Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Voli

Bukittingi, Kota Sejarah Lahirnya Polwan di Indonesia

Bukittingi, Kota Sejarah Lahirnya Polwan di Indonesia
Ilustrasi Polwan. (Foto: Istimewa)
Kamis, 01 September 2022 12:29 WIB

JAKARTA - Hari Polwan Indonesia diperingati setiap tanggal 1 September. Apa sejarah dibaliknya?

Polwan atau Polisi Wanita tidak serta merta ada. Sebelum tahun 1948, wanita belum diperbolehkan untuk mengikuti pendidikan kepolisian ataupun menjadi polisi. Tugas polisi hanya bisa dilaksanakan oleh laki-laki.

Barulah tanggal 1 September, ada enam wanita pertama di Indonesia yang mengikuti sekolah kepolisian di Bukittinggi, Sumatra Barat. Ini sejarahnya.

Sejarah Hari Polwan Indonesia

Melansir situs Museum Polri, Kamis (1/9/2022), pada awal tahun 1948, polisi kesulitan dalam melakukan pemeriksaan fisik pada korban, tersangka, atau saksi wanita. Akhirnya para polisi sering kali meminta bantuan para istri polisi atau pegawai sipil wanita untuk melakukan pemeriksaan.

Berangkat dari permasalahan ini, organisasi wanita dan organisasi wanita Islam di Bukittinggi mengajukan usulan kepada pemerintah agar wanita diikutsertakan dalam pendidikan kepolisian.

Cabang Djawatan Kepolisian Negara untuk Sumatera yang berkedudukan di Bukittinggi akhirnya memberikan kesempatan mendidik wanita-wanita pilihan untuk menjadi polisi. Pada tanggal 1 September 1948 secara resmi disertakan 6 siswa wanita yaitu:

1. Mariana Saanin
2. Nelly Pauna
3. Rosmalina Loekman
4. Dahniar Sukotjo
5. Djasmainar
6. Rosnalia Taher

Mereka mulai mengikuti pendidikan inspektur polisi bersama dengan 44 siswa laki-laki di SPN Bukittinggi. Sejak saat itu, tanggal 1 September diperingati sebagai Hari Polwan.

Tugu Polwan di Bukittinggi

Hari lahirnya Polwan juga diabadikan lewat monumen Polwan di Bukittinggi. Menurut informasi dari laman Kebudayaan Kemendikbud, pendirian tugu Polwan di Bukittinggi beriringan dengan dibukanya pendidikan kepolisian pertama untuk wanita di Indonesia.

Tugu ini terletak di persimpangan tiga jalan Sudirman dengan jalan H. Agus Salim Bukittinggi. Tugu tersebut berukuran 6 x 6 x 8 m dengan dikelilingi taman kecil berukuran taman 21 m x 12 m.

Tugu Polwan diresmikan tanggal 27 april 1993 oleh Kepala Kepolisian RI (Kapolri), Jenderal Polisi Banurusman.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Olympic, Voli, DKI Jakarta, Sumatera Utara
wwwwww