Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
20 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
20 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
19 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
20 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
19 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
19 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Balas Sentilan Elite Gerindra, Sandiaga Ingatkan Pesan Jokowi: "Ojo Kesusu"

Balas Sentilan Elite Gerindra, Sandiaga Ingatkan Pesan Jokowi: Ojo Kesusu
Foto: Menparekraf Sandiaga Uno. (dok. Kemenparekraf).
Jum'at, 02 September 2022 14:07 WIB

JAKARTA - Elite Gerindra menyentil Sandiaga Uno terkait pengakuannya siap maju sebagai calon presiden 2024 saat bertemu dengan Pengurus PPP Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sandiaga membalas sentilan elite Gerindra itu dengan santai.

"Terima kasih sahabat saya dari Gerindra, (saya) sangat tentunya ingin berkomunikasi lebih dinamis, yang lebih tentunya membangun suatu pengertian bersama bahwa kontestasi demokrasi ini harus dilakukan tentunya dengan penuh persahabatan," kata Sandiaga di Universitas Airlangga (Unair) usai mendatangi acara pelatihan fotografi, seperti dilansir detikJatim, Jumat (2/9/2022).

Sandiaga menyatakan bahwa sebuah kontestasi harus dilandasi sikap persahabatan. Dia juga 'meminjam' pesan Presiden RI Joko Widodo untuk tidak terburu-buru. "Saya juga melaporkan juga teman-teman Gerindra bahwa kita bangun suatu pemahaman seperti yang disampaikan bapak presiden, bahwa kita tidak terburu-buru. Kita menampung semua aspirasi ekonomi yang diinginkan oleh masyarakat, penciptaan peluang usaha, dan lapangan kerja," jelasnya.

Kemudian, Sandiaga juga menghubungkan pernyataannya itu dengan kunjungannya ke Unair hari ini. "Di Unair ini, generasi Z ini menginginkan agar banyak peluang-peluang usaha dan kewirausahaan disampaikan," sambungnya.

Sebelumnya, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengingatkan para kader Gerindra khususnya Sandiaga Salahuddin Uno agar memahami etika politik terkait bakal calon presiden pada Pemilu 2024 mendatang.

Dasco mengatakan bahwa pihaknya tak bisa melarang Wakil Ketua Pembina Partai Gerindra tersebut yang mengaku siap maju di pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Menurutnya, itu merupakan hak politik sebagai warga negara Indonesia.

"Kami tidak bisa melarang, kalau hak politik seseorang mau maju, tapi kemudian ada aturan dan etika-etikanya yang mesti dipenuhi," katanya saat berada di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (1/9/2022).

Sementara, Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani juga menyindir kader Gerindra yang tidak berjasa membesarkan partai tapi ingin maju di Pilpres 2024. Muzani menyampaikan sindiran saat berada di DPC Gerindra Lumajang, Jawa Timur, Kamis (1/9/2022) kemarin.

"Kalau ada orang yang mau jadi presiden, tidak pernah membesarkan partai, enggak pernah datangi kantor partai, tidak pernah pasang bendera spanduk, tiba-tiba nongol mau jadi presiden ketemu pasal berapa?" ujar Muzani lewat siaran pers.

Muzani menegaskan bahwa capres dari Partai Gerindra hanya satu yaitu Prabowo Subianto. Dia mengatakan bahwa Prabowo bakal diusung berdasarkan hasil rapat pimpinan nasional di Sentul, Bogor beberapa waktu lalu.

Muzani tidak menyebut secara gamblang siapa kader Gerindra yang dimaksud. Akan tetapi, politikus Gerindra yang baru saja menyatakan siap ikut Pilpres 2024 adalah Sandiaga Uno.

Muzani lalu mengingatkan bahwa Prabowo berjasa besar bagi perkembangan Gerindra hingga menjadi partai terbesar kedua dalam perolehan suara di Pemilu 2019 lalu. Oleh karena itu, apabila ada kader yang ingin maju di Pilpres 2024, Muzani meminta untuk segera keluar dari Gerindra.

Dia menegaskan bahwa seluruh kader Gerindra harus patuh pada keputusan partai. Jika tidak, maka lebih baik keluar dari Gerindra. "Jika ada kader Gerindra yang tidak ingin ikut rombogan kereta. Saya minta untuk turun sebelum kereta ini jalan," kata Muzani.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww