Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
22 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
22 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
22 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
22 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
22 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
22 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Sandiaga Uno Ingin Maju Pilpres, Gerindra Meradang?

Sandiaga Uno Ingin Maju Pilpres, Gerindra Meradang?
Saniaga Uno dan Prabowo saat maju menjadi pasangan Capres di pemilu 2019. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 02 September 2022 13:56 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Menteri Pariwisata sekaligus kader Partai Gerindra, Sandiaga Uno menyatakan siap menjadi peserta Pilpres 2024 bila ada partai politik mengusungnya. Hal itu disampaikannya usai silaturahmi dengan Pengurus DPW PPP Yogyakarta pada Selasa (30/8/22) malam.

Menurut Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, pernyataan Sandi tersebut tentunya mengusik petinggi dan sebagian kader Gerindra. "Bahkan ada yang menyatakan, Sandi sebaiknya mundur dari Gerindra. Respon tersebut mengindikasikan adanya kegelisahan petinggi dan sebagian kader Gerindra atas manuver Sandi," ujar Ritonga kepada GoNews.co, Jumat (2/9/2022).

Manuver Sandiaga tersebut kata Jamiluddin Ritonga, bagi elit Gerindra dapat menghalangi Ketua Umumnya yakni Prabowo Subianto untuk memenangkan kontestasi Pilpres 2024. "Kegelisahan itu wajar karena pada Pilpres 2019, banyak emak-emak dan milenial yang sangat fanatik mendukung Sandi. Kalau Sandi ikut pada kontestasi Pilpres 2024, maka mayoritas dukungan emak-emak dan milenial akan tetap kepadanya," urainya.

Hadirnya Sandiaga Uno kata Dia, secara tidak langsung akan mengurangi dukungan kepada Prabowo. Padahal, bagi Gerindra, Pilpres 2024 menjadi kesempatan terakhir bagi Prabowo untuk menggenggam impiannya menjadi presiden. "Jadi, kalau Sandi nyapres atau cawapres diusung partai lain, maka peluang Prabowo menang akan semakin kecil. Hal itu sudah pasti tidak dikehendaki Gerindra, termasuk tentunya Prabowo sendiri," paparnya.

Menurut penilaiannya, saat ini Sandiaga memang punya nilai jual untuk menjadi Capres atau Cawapres. Sandi kata Dia, memiliki elektabilitas yang lumayan bagus dan didukung relawan yang tersebar di pelosok tanah air. Bahkan jaringan yang dibentuknya pada Pilpres 2019, tinggal dihidupkan. Jaringan yang besar dan tersebar se Indonesia menjadi kekuatan dan modal besar bagi Sandi untuk ikut Pilpres 2024.

"Sandi juga punya capital yang besar untuk membiayai pencapresannya. Ia tidak akan bergantung kepada para pemilik modal atau oligarki untuk membiayai kampanyenya. Dengan begitu, ia bila terpilih menjadi presiden atau wakil presiden akan sulit didikte oleh pemilik modal atau oligarki," tandasnya.

Dengan modal elektabilitas yang lumayan baik dan ditopang kapital besar, menurutnya wajar, jika partai politik lain meliriknya. Sandi tinggal memilih partai politik mana yang akan digunakan menjadi perahunya. Masalahnya, kata Jamiluddin Ritonga, apakah Sandi memang serius menerima tawaran DPW PPP Yogyakarta?.

"Sebab, selama ini Sandi bukanlah politisi kutuh loncat. Sandi termasuk politisi yang menjunjung tinggi etika. Jadi, kalau Sandi menerima tawaran menjadi Capres atau Cawapres dari partai politik lain, bisa jadi karena di Gerindra ada masalah. Tampaknya internal Gerindra perlu introspeksi diri sebelum menghujat Sandi. Hal itu lebih bijak daripada cepat menyalahkan orang lain," tandasnya.***

wwwwww