Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
15 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
15 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
15 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
15 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
15 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
15 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Terungkap, Ternyata Ini Motif Wanita Muda Lakukan Pembunuhan Sadis di Pekanbaru

Terungkap, Ternyata Ini Motif Wanita Muda Lakukan Pembunuhan Sadis di Pekanbaru
Ilustrasi Garis Polisi. (Foto: Istimewa)
Rabu, 14 September 2022 15:23 WIB

PEKANBARU - Motif penyerangan berujung kematian yang dilakukan wanita muda bernama Evarianti Sibarani (18) di Jalan Dharma Bakti, Kelurahan Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung, Pekanbaru terungkap.

Evarianti telah menyerang lima rekan kerjanya di toko serba ada (toserba) dengan memakai pisau. Satu dari lima korban bahkan tewas. Motif penyerangan terungkap setelah pihak Kejaksaan Negri (Kejari) Pekanbaru menerima limpahan berkas perkara dari penyidik Polri.

"Iya berkas perkara tersangka ES sudah dilimpahkan kepada kami," kata Kasi Pidum Kejari Pekanbaru Zulham Pardamean Pane seperti dilansir dari JPNN, Rabu (14/9/2022).

Dari berkas yang diterima, diketahui Evarianti nekat menyerang rekan kerjanya dengan membabi buta karena sering dirundung atau bully. "Motif perkara berdasarkan pengakuan tersangka, karena dia sering dibully oleh para korban," ujar Zulham.

Dia menyebut saat ini jaksa penuntut umum (JPU) tengah meneliti berkas perkara guna memastikan kelengkapan syarat formal maupun meterielnya. "Kami memiliki waktu selama 14 hari untuk menentukan sikap, sejak menerima berkas tersangka ES," ujar dia.

Evarianti Sibarani menyerang lima rekan kerjanya secara membabi buta dengan pisau dapur Minggu (24/7/2022). Evarianti menikam lima rekan kerjanya yang bernama Lamtiuma Br Sibarani, Julieta Sulastri, Elia Jan Fitriani Br Pasaribu, Ismawati Br Nasution, dan Selvia Susanti, saat sedang tertidur pulas.

Evarianti menikam rekan-rekannya pada bagian perut, leher, hingga punggung. Ketika diserang, para korban ada yang sampai nekat melompat dari lantai dua ruko tempat mereka tinggal. Akibat serangan brutal itu, Lamtiuma Br Sibarani meninggal dunia. Sedangkan empat orang korban lainnya mengalami luka-luka serius.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, Riau
wwwwww