Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
20 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
20 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
20 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
19 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
20 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
19 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Pengamat: Awas, Jangan Sampai Kehebohan Hacker Bjorka Tutupi Kasus Ferdy Sambo

Pengamat: Awas, Jangan Sampai Kehebohan Hacker Bjorka Tutupi Kasus Ferdy Sambo
Ilustrasi. (Net)
Kamis, 15 September 2022 15:21 WIB
JAKARTA - Kemunculan hacker Bjorka yang membuat heboh publik karena sesumbar membongkar data pemerintah hingga masyarakat diharapkan tidak menggeser fokus publik atas persoalan bangsa saat ini, salah satunya kasus pembunuhan Brigadir J di internal Polri.

"Tiga bulan belakangan ini ada isu panas soal pembunuhan Brigadir J oleh Sambo dan kawan-kawan. Menariknya, itu justru soal Bjorka ini sekarang lagi membuat heboh," ujar Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, Kamis (15/9/2022).

Menurut doktor komunikasi politik jebolan American Global University ini, pemerintah seharusnya tetap fokus melakukan perbaikan instutsi Polri di tengah isu pencurian hingga penampungan data oleh para hacker. "Harus tetap proses semua kasus hukum tanpa terkecuali, dan perbaikan Polri penting," tuturnya.

Khusus untuk upaya pembobolan data dan dokumen milik negara, Jerry memandang perlu adanya perbaikan sistem keamanan. "Yang paling utama serangan ini untuk mebuat pemeritah insaf atas kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat. Paling utama, memperkuat sistem informasi dan IT kita, kalau tidak diperkuat akan memperburuk negara kita," demikian Jerry.

Sebelumnya, seorang pemuda Madiun berinisial MAH (21) ditangkap oleh tim Cyber Mabes Polri. Belum ada keterangan pasti apakah penangkapan ini terkait hacker Bjorka yang sedang viral beberapa waktu terakhir.

Pemuda warga Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan, Madiun itu diperiksa di Mapolsek Dagangan. Dia ditangkap pada Rabu (14/9/2022) dan Camat Dagangan Tarji membenarkan adanya salah satu warga yang diamankan Tim Cyber Mabes Polri, Kamis (15/9/2022).

Sebelumnya akun Instagram bernama @volt_anonym dan akun lainnya @voltcyber_V2 mengklaim pemuda asal Cirebon bernama Muhammad Said Fikriansyah sebagai Bjorka. Namun Said membantah berita tersebut.

Bjorka pada unggahannya di Breached.to buka suara terkait identifikasi tersebut. Menurutnya informasi sosok Bjorka salah. Dia bahkan menyebut akun Twitter Dark Tracer telah menyebarkan misinformasi dan menyalahkan Dark Tracer telah memberikan informasi yang salah terkait anak tersebut.

"LOL. THE INDONESIAN GOVERNMENT FEELS THEY HAS IDENTIFIED ME BASED ON MISINFORMATION FROM THE DARK TRACEr (twitter.com/darktracer_int), WHO HAS PROVIDED FAKE SERVICES TO THE INDONESIAN GOVERNMENT. THIS CHILD HAS NOW BEEN ARRESTED AND IS BEING INTERROGATED BY THE INDONESIAN GOVERNMENT. FOR DARK TRACER, IT'S YOUR SIN TO HAVE GIVEN WRONG INFORMATION TO A BUNCH OF IDIOTS," tulis Bjorka.

(LOL, Pemerintah Indonesia mereka mereka telah mengidentifikasi saya berdasarkan misinformasi dari Dark Tracer (twitter.com/darktracer_int), yang menyediakan layanan palsu pada pemerintah Indonesia. Anak ini sekarang ditangkap dan diinterogasi oleh pemerintah Indonesia. Untuk Dark Tracer, ini kesalahan Anda telah memberikan informasi yang salah pada para idiot itu)

Informasi dari akun Instagram @Volt_Anonym tentang pemuda asal Cirebon juga diklaim Bjorka sebagai misinformasi. Dia mengaku tak memiliki akun Instagram dan Tiktok. "Seorang idiot dari Indonesia dituduh adalah saya, dan sekarang dia menangis," tulis akun Bjorka.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww