Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
18 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
18 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
18 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
18 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
18 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Selain Listrik 450 VA, PKS Juga Desak KemenESDM Tak Tarik Gas LPG 3 Kg

Selain Listrik 450 VA, PKS Juga Desak KemenESDM Tak Tarik Gas LPG 3 Kg
Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 23 September 2022 13:10 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, mendesak Menteri ESDM, Arifin Tasrif, menegaskan soal wacana penghapusan listrik PLN untuk pelanggan daya 450 VA serta penarikan gas melon LPG 3 kilogram di masyarakat. Alasannya, karena isu ini sangat meresahkan masyarakat sementara pandemi Covid-19 belum tuntas benar,

"Menteri ESDM harus tegas dalam menjawab soal ini sehingga menjadi terang-benderang bagi masyarakat," desak Mulyanto dalam Raker Komisi VII DPR RI dengan Menteri ESDM di Gedung Nusantara I, Kamis (22/9/2022) kemarin.

Ditambahkannya, di tengah melonjaknya biaya transportasi dan harga bahan makanan menyusul kenaikan harga BBM bersubsidi, isu penghapusan listrik 450 VA serta penarikan LPG 3 kilogram tersebut membuat masyarakat resah, khawatir akan membuat bengkak biaya energi untuk keperluan rumah tangga sehari-hari mereka.

"Bila ini benar-benar terjadi maka terbayangkan beban semakin berat yang harus mereka pikul," cecar Mulyanto.

Menanggapi pernyataan tersebut Menteri ESDM, Arifin Tasrif,menegaskan Pemerintah tidak punya rencana untuk menghapus listrik bagi pelanggan berdaya 450 VA serta menarik gas melon LPG 3 kilogram dari masyarakat.

Menurut Arifin, program listrik 450 VA bersubsidi dan gas melon LPG 3 kilogram bersubsidi tetap akan didistribusikan seperti biasa.

Untuk diketahui sebelumnya muncul wacana santer, bahwa Pemerintah berencana menghapus penggunaan listrik 450 VA serta menarik gas melon LPG 3 kilogram bersubsidi untuk digantikan oleh kompor induksi, dalam rangka menyerap listrik milik PT PLN (Persero) yang saat ini sedang mengalami over suplai.

PLN tengah mengalami over suplai listrik sebanyak 6 Giga Watt (GW) saat ini. Tahun depan akan ada pembangkit listrik baru yang akan beroperasi dan mengakibatkan adanya tambahan over suplai sebesar 1,4 GW menjadi 7,4 GW.

Belum lagi, pemerintah sedang menggemborkan produksi listrik dari Energi Baru dan Energi Terbarukan. Listrik EBET akan masuk di tahun 2030. Bila ini terjadi, maka diperkirakan over suplai listrik yang dihadapi oleh PLN akan semakin membengkak menjadi 41 GW.***

wwwwww