Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
11 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
11 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
11 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
11 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Olympic

Akun Medsos 15 Anak Buah Najwa Shihab Diretas, Novel Baswedan Duga Pelaku Punya Alat Khusus

Akun Medsos 15 Anak Buah Najwa Shihab Diretas, Novel Baswedan Duga Pelaku Punya Alat Khusus
Ilustrasi Hacker. (Foto: Sindo)
Senin, 26 September 2022 13:47 WIB

JAKARTA - Sekitar 15 awak redaksi Narasi TV tengah jadi sasaran peretasan. Objek yang diretas mulai dari whatsapp hingga akun medsos yang biasa dipakai para awak redaksi media yang didirikan oleh Najwa Shihab. Pemred Narasi TV Zen Rachmat Sugito mengatakan, upaya peretasan mulai dilakukan sejak Jumat (23/9/2022) hingga Sabtu (24/9/2022).

Menurut Zen, secara total ada 15 rekannya yang mengalami serangan peretasan. Peretasan tidak cuma terjadi pada mereka yang masih bekerja di Narasi tetapi juga sejumlah orang yang sudah memutuskan pindah. Nomor WA milik salah satu produser 'narasinewsroom' Akbar Wijaya alias Jay Akbar menerima pesan singkat melalui WA sekitar pukul 15.29 WIB yang berisi sejumlah tautan. Meskipun Jay tidak mengeklik satu pun tautan dalam pesan singkat tersebut, tetapi sekitar 10 detik setelah pesan singkat itu dibaca, dia telah kehilangan kendali atas akun WA-nya.

Hingga kini, bukan hanya akun WA saja yang belum bisa diakses oleh Jay, bahkan nomor telepon selulernya pun belum bisa dikuasainya. "Sejak saat itu, hingga dua jam berikutnya, satu per satu usaha meretas akun-akun media sosial awak redaksi terjadi," kata Zen melalui keterangan tertulis, Minggu (25/9/2022).

Setelah dilakukan pengecekan pada semua perangkat milik awak redaksi pada Minggu (25/9/2022) pagi, usaha peretasan ternyata sudah berlangsung sejak sehari sebelumnya. Pada Jumat (23/9/2022) sore, tiga akun Telegram awak redaksi Narasi, yaitu milik dua produser dan seorang manajer Mata Najwa, sudah berusaha diretas. Zen mencatat usaha peretasan dihadapi 11 awak redaksi yang berasal dari berbagai level, mulai dari pemimpin redaksi, manajer, produser, hingga reporter.

Telegram dan Facebook menjadi dua platform yang paling banyak mengalami usaha peretasan. Beberapa peretas berhasil masuk ke akun Telegram dan Facebook walau kini sudah berhasil dikuasai kembali. "Kami belum tahu apakah ini terkait kerja-kerja jurnalistik yang kami lakukan atau bukan, tapi cukup jelas usaha peretasan ini dilakukan secara serentak sehingga berpola dan berasal dari pelaku yang kemungkinan besar sama," kata Zen.

Menurut Zen, mayoritas usaha peretasan berasal dari IP (internet protocol) address dan perangkat yang identik. "Hasil pemeriksaan internal yang kami lakukan menemukan IP address tersebut menggunakan salah satu ISP (internet service provider) lokal," katanya.

Zen meminta apabila ada yang merasa dihubungi oleh awak redaksi Narasi dan meminta hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan kerja-kerja jurnalistik atau hal mencurigakan lainnya, mohon diabaikan dan jika berkenan melaporkan kepada Narasi. "Kami meminta pihak-pihak terkait, termasuk provider dan platform, bersedia membantu kami untuk menelisik rentetan kejadian ini," ujar Zen.

Dalam keterangan terpisah, Jay Akbar menjelaskan kronologi peretasan terhadap akuh WA-nyapada Sabtu (24/9/2022) sekitar pukul 15.29 WIB. Awalnya Jay menerima menerima tautan dari Bumame yang berisi kode verifikasi. Anehnya, dia menyebut sudah berbulan-bulan tidak mengakses Bumame. "Saya hanya membaca pesan itu dan tidak melakukan aktivitas apapun seperti mengklik link atau hal-hal lain. WhatsApp saya tiba-tiba saja tidak bisa diakses dan ter-logout di semua device. Bukan cuma di HP, tapi juga di WhatsApp web di laptop," tutur Jay melalui keterangan tertulis, Minggu (25/9/2022).

Sejak beberapa hari lalu sebetulnya dia sempat curiga karena setiap kali menerima telepon selalu ada notifikasi yang isinya: “menunggu peserta lainnya”. Padahal telepon WA yang masuk bukan berasal dari grup. Jay juga menyebut bahwa usahanya menghubungi pihak WA dan melakukan langkah registrasi ulang tidak membuahkan hasil. Sekarang dia sama sekali tidak bisa mengakses akun WA-nya sama sekali.

Selain WA yang tidak bisa diakses, kata Jay, nomor ponselnya juga tidak bisa dihubungi. Dia hanya bisa melakukan panggilan keluar, yang artinya aktifitas komunikasinya telah dibatasi. Di saat yang bersamaan, Jay mengatakan bahwa akun Telegramnya juga mendeteksi adanya usaha masuk dari pihak tidak dikenal dengan menggunakan ponsel Redmi 8, padahal itu bukan ponsel miliknya. "Saya belum bisa memastikan motif peretasan ini apakah terkait dengan fraud alias penipuan atau terkait dengan tugas-tugas jurnalistik saya sebagai wartawan. Yang pasti saya merasa sangat dirugikan dan tidak aman," pungkasnya.

Hingga saat ini belum diketahui pasti siapa pihak yang meretas akun WA dan medsos milik kru dari media yang didikan oleh Najwa Shihab itu. Namun, clue yang diberikan oleh Novel Baswedan ini bisa jadi membuat anda bisa menerka-nerka siapa pihak yang dimaksud.

Dalam kicauannya, Novel menyebut pihak yang meretas akun bisa jadi adalah pihak yang memiliki peralatan khusus yang tak bisa dimiliki oleh sembarangan orang. "Ini pelakunya siapa ya kira2 ? Utk bisa melakukan ini pasti perlu alat khusus, dan tdk sembarang org boleh memiliki," kata Novel.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww