Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
6 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
5 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Pujian Osmar Loss buat Mentalitas Pemain Dewa United FC
Sepakbola
34 menit yang lalu
Pujian Osmar Loss buat Mentalitas Pemain Dewa United FC
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
29 menit yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
24 menit yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Ratusan Nyawa Suporter Melayang, Iwan Bule Diminta Mundur dari Ketua PSSI

Ratusan Nyawa Suporter Melayang, Iwan Bule Diminta Mundur dari Ketua PSSI
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule. (Foto: Disway)
Minggu, 02 Oktober 2022 20:30 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule harus bertanggung jawab dan mengundurkan diri dari jabatannya menyusul tragedi kerusuhan usai pertandingan sepak bola antara Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang, Jawa Timur yang mengakibatkan ratusan nyawa suporter Aremania melayang.

Desakan itu disampaikan Ketua Umum Bara Nasionalis Indonesia (Barnis) Andi W. Syahputra menyikapi kerusuhan yang menewaskan ratusan suporter Arema FC. "Mendesak kepada Ketua Umum PSSI untuk segera mengundurkan diri sebagai wujud tanggung jawan moral maupun struktural atas peristiwa tragedi tersebut," ujar Andi dalam keterangannya, Minggu (2/10).

Selain itu, Andi juga meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengevaluasi petugas yang melakukan tindakan ceroboh dan salah prosedural dalam mengamankan jalannya pertandingan.

Kecerobohan itu, kata dia, terutama dalam penggunaan gas air mata yang ditembakkan ke arah tribun penonton yang membuat suasana menjadi kacau. "Padahal Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) telah melarang penggunaan gas air mata dalam pertandingan sepakbola dan merupakan tindakan pelanggaran prosedural," terangnya.

Berdasarkan ketentuan FIFA tersebut, tercantum dalam pasal 19 poin b FIFA Stadium Safety and Security Regulations yang menyebutkan penggunaan gas air mata sebenarnya dilarang. "Di sana tertulis, No firearms or crowd control gas shall be carried or used (Senjata api atau gas pengendali massa tidak boleh dibawa atau digunakan)," tandasnya.***

wwwwww