Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
6 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
6 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
47 menit yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
4
Pujian Osmar Loss buat Mentalitas Pemain Dewa United FC
Sepakbola
52 menit yang lalu
Pujian Osmar Loss buat Mentalitas Pemain Dewa United FC
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
42 menit yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
32 menit yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Home  /  Berita  /  Olympic

Ratusan Suporter Meninggal di Kanjuruhan, SA Institut Desak Dibentuk Tim Investigasi

Ratusan Suporter Meninggal di Kanjuruhan, SA Institut Desak Dibentuk Tim Investigasi
Tragedi Kanjuruhan. (Foto: Istimewa/Sindo)
Minggu, 02 Oktober 2022 09:42 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Direktur Solusi dan Advokasi Institut (SA Institut), Suparji Ahmad menyayangkan adanya kerusuhan pasca pertandingan Arema Malang dan Persebaya. Ia menegaskan bahwa peristiwa ini adalah salah satu bentuk tragedi di dunia sepak bola.

"Ini tragedi dan ironi yang patut disayangkan, karena ratusan orang harus menjadi korban terkait pertandingan olahraga. Peristiwa tersebut adalah duka yang mendalam bagi bangsa. Olahraga yang seharusnya bisa menjadi hiburan dan sarana persatuan, tapi justru terjadi tragedi," katanya dalam keterangan persnya.

Untuk langkah awal, ia menegaskan bahwa aparat penegak hukum tak bisa tinggal diam pasca tragedi tersebut. Suparji mendorong adanya tim investigasi untuk membuat terang benderang perkara.

"Perlu dibentuk tim investigasi independen untuk membuat terang benderang tragedi Kanjuruhan. Tim investigasi juga bisa berperan untuk mengusut siapa yang harus bertanggung jawab akibat peristiwa nahas ini," jelasnya.

Ia menyebutkan bahwa Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) perlu menghentikan sementara kompetisi sepak bola. Hal ini dilakukan sebagai bentuk evaluasi mengapa peristiwa tersebut bisa terjadi.

"Hentikan kompetisi terlebih dahulu untuk evaluasi dan refleksi. Mengapa peristiwa ini bisa terjadi, bagaimana penanggulangan kericuhan, perbaikan kualitas suporter, perlu agaknya memang ada evaluasi total," tegasnya.

Di sisi lain, para stake holder perlu membuat aturan khusus mengantisipasi setiap kericuhan di dunia olahraga. Tragedi Kanjuruhan ini bisa menjadi langkah awal pembentukan peraturan agar mencegah peristiwa serupa.

"Harus segera dibuat regulasi yang jelas untuk mencegah terjadinya kerusuhan dan korban suporter. Misalnya perlu adanya sanksi tegas bagi setiap suporter yang terlibat kericuhan, jangan sampai gelanggang olahraga harus ternodai dengan kejadian semisal," pungkasnya.***

wwwwww