Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
13 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
16 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
13 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  PON

Demokrat: Aneh Jika Ratusan Nyawa Melayang di Kanjuruhan Tak Ada yang Jadi Tersangka

Demokrat: Aneh Jika Ratusan Nyawa Melayang di Kanjuruhan Tak Ada yang Jadi Tersangka
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokat, Jansen Sitindaon. (Foto: Dok. GoNews.co)
Rabu, 05 Oktober 2022 17:20 WIB

JAKARTA - Tragedi Kanjuruhan Malang yang menelan setidaknya 125 korban jiwa harus ada pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Sebab, akan menjadi aneh jika tidak ada pihak yang bertanggung jawab dengan kematian warga negara Indonesia yang mencapai ratusan nyawa melayang. Demikian disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokat, Jansen Sitindaon, Rabu (5/10/2022).

"Prinsip umum saja, atas hilangnya satu nyawa secara tidak wajar, minimum ada satu manusia yang bertanggung jawab. Apalagi sampai ratusan (nyawa meninggal),” kata Jansen.

Menurut politisi muda Partai Demokrat ini, pasca Tragedi Kanjuruhan harus ada yang menjadi tersangka karena ratusan nyawa manusia melayang akibat kelalaian pihak-pihak terkait.

"Aneh jika dari tragedi Kanjuruhan ini tidak ada seorang pun kemudian yang jadi tersangka dan diadili, baik karena kesengajaan maupun kelalaiannya. Mari kita tunggu," tegasnya.

Lebih lanjut Jansen menambahkan, jika soal sanksi dan hukuman kepada pihak-pihak yang harus bertanggung jawab atas tragedi tersebut, maka harus dimasukkan segera dalam hukum di Indonesia. Terutama soal penembakan gas air mata di dalam stadion. "Dan berbagai larangan-larangan lainnya yang dianggap dapat melahirkan banyak korban di stadion," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Olympic, Beladiri, Metropolitan, Non Olympic, Sepakbola, DKI Jakarta
wwwwww