Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
10 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
8 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
13 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
8 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Prihatin dengan Tragedi Kanjuruhan, Ini Pesan Legendaris Sepakbola Brazil, Pele

Prihatin dengan Tragedi Kanjuruhan, Ini Pesan Legendaris Sepakbola Brazil, Pele
Legenda sepak bola asal Brasil, Pele. (Foto: The Jakarta Pos)
Rabu, 05 Oktober 2022 17:14 WIB

JAKARTA - Legenda sepak bola asal Brasil, Pele, ikut menyatakan keprihatinannya atas tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan setelah pertandingan antara Arema vs Persebaya pada Sabtu (1/10/2022).

Lewat unggahan di akun media sosial Instagram miliknya pada Selasa (4/10/2022), Pele turut angkat bicara perihal salah satu tragedi sepak bola paling berdarah di dunia itu.

"Pekan ini, kita menyaksikan salah satu bencana terbesar dalam sejarah sepak bola. Setidaknya ada 32 anak-anak di antara 125 orang yang meninggal," tulis Pele.

Tragedi Kanjuruhan terjadi setelah Arema kalah dengan skor 2-3 dari Persebaya. Suporter Singo Edan kemudian menyerbu ke lapangan, yang dibalas dengan gas air mata oleh polisi, sehingga bentrokan antara keduanya tidak terhindarkan.

Pele menegaskan kekalahan tidak boleh menghilangkan rasa sayang pada sesama manusia. "Kekerasan tidak punya tempat dalam olahraga. Tidak ada rasa sakit karena kekalahan yang dapat membenarkan kita kehilangan cinta kita kepada sesama. Olahraga harus selalu menjadi wujud cinta," ujar mantan pemain timnas Brasil itu.

Pele kemudian mengirimkan duka cita dan harapannya untuk para korban dan seluruh rakyat Indonesia agar diberikan kedamaian. Saat ini, pemerintah telah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang dipimpin oleh Menko Polhukam Mahfud MD untuk menyelidiki tragedi ini.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Basket, Non Olympic, Sepakbola, DKI Jakarta
wwwwww