Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
21 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
22 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
22 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
21 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
5
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
6
Makan Konate Menerima Kekalahan Lapang Dada
Sepakbola
23 jam yang lalu
Makan Konate Menerima Kekalahan Lapang Dada
Home  /  Berita  /  Olympic

Soal Pernyataan Gas Air Mata di Tragedi Kanjuruhan, Giliran Anggota DPR Sentil Irjen Dedi

Soal Pernyataan Gas Air Mata di Tragedi Kanjuruhan, Giliran Anggota DPR Sentil Irjen Dedi
Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Dedi Prasetyo. (Foto: DIsway)
Rabu, 12 Oktober 2022 13:40 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menuai kecaman dari Anggota Komisi III DPR RI Santoso.

Santoso meminta Kapolri menegur Irjen Dedi terkait penyataannya yang sebut penyebab korban tewas tragedi Kanjuruhan karena kekurangan oksigen. "Kapolri harus menegur Kadiv Humas Polri yang mengeluarkan statement melukai perasaan masyarakat," ujar Santoso dalam keterangannya, Rabu (12/10/2022).

Kata dia, pernyataan yang disampaikan Dedi seolah memberi pembenaran atas penggunaan gas air mata ketika mengamankan laga sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Malang. "Semua publik tahu bahwa kematian itu diawali dari ditembakkannya gas air mata ke arah (tribun) penonton yang menimbulkan kepanikan," ujarnya.

Santoso menegaskan pernyataan Dedi kurang tepat soal gas air mata tidak mengakibatkan kematian dalam tragedi Kanjuruhan. "Itu akan menimbulkan pro-kontra (pertentangan) di tengah masyarakat yang sedang berduka atas tewasnya ratusan orang di Stadion Kanjuruhan," katanya.

Ia mengatakan tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan ratusan korban jiwa itu harus menjadi pelajaran bagi aparat kepolisian terkait penggunaan gas air mata dalam pengamanan massa.***

wwwwww