Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
23 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
5 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
24 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
23 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Olympic

PSI Pecat Penjual Dawet yang Viral Saat Tragedi Kanjuruhan

PSI Pecat Penjual Dawet yang Viral Saat Tragedi Kanjuruhan
Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia, Dea Tunggaesti. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 14 Oktober 2022 17:13 WIB

JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia, Dea Tunggaesti angkat bicara terkait viral suara Suprapti Fauzi yang mengaku sebagai penjual dawet pada Tragedi Kanjuruhan yang menelan 132 orang meninggal dunia.

Dea membenarkan bahwa Suprapti sempat tercatat sebagai kader darih PSI Kabupaten Malang. Namun saat ini sosok Suprapti yang sempat viral mengaku sebagai penjual dawet di Tragedi Kanjuruhan telah tak tercatat sebagai kader PSI Kabupaten Malang.

"Saya jelaskan fakta hukum yang terjadi ya. Bahwa Ibu Suprapti itu pernah menjadi pengurus PSI sudah lama sekali. DPP PSI langsung memerintahkan kepada DPP Kabupaten Malang untuk berhentikan. Jadi yang bersangkutan sudah diberhentikan oleh Kabupaten Malang," kata Dea saat ditemui di Gedung DPP PAN kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (13/10/2022).

Dea menjelaskan pihak DPP PSI mengeluarkan surat pemberhentian atau pemecatan terhadap Suprapti usai rekaman suara dan videonya pada Tragedi Kanjuruhan beredar luas di jejaring media sosial. Menurutnya DPP PSI menilai aksi yang dilakukan Suprapti justru membuat gaduh dalam pengungkapan kasus kematian ratusan orang suporter Arema FC pada Tragedi Kanjuruhan.

"Ya kita ketahui telah membuat gaduh hati kita, hati PSI sangat duka yang mendalam ya buat Aremania sehingga berita seperti itu dikeluarkan video seperti itu menyakiti hati para Aremania dan juga menyakiti hati kami dari PSI," ungkapnya.

Sebelumnya ramai tersiar rekaman video dan suara Suprapti Fauzi pada media sosial terkait Tragedi Kanjuruhan. Dalam video yang beredar Suprapti mengaku sebagai penjual dawet di Stadion Kanjuruhan mengungkap bahwa para suporter Arema FC dalam kondisi mabuk akibat mengkonsumsi minuman keras (Miras).

"Wong suporter sakdurunge wis ngombe kabeh (suporter sebelumnya sudah pada minum). Yang meninggal pun itu banyak yang berbau alkohol," kata sang penjual dawef tersebut dalam rekaman video yang beredar itu. Adapun saat ini Suprapti telah meminta maaf terkait video viral yang menyebut banyak suporter Arema FC dalam keadaan mabuk saat Tragedi Kanjuruhan.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, Non Olympic, Sepakbola, DKI Jakarta, Jawa Timur
wwwwww