Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
19 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
23 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
20 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Tugas Seleseai, TGIPF Minta PSSI Tanggung Jawab atas 'Kematian Massal' di Kanjuruhan

Tugas Seleseai, TGIPF Minta PSSI Tanggung Jawab atas Kematian Massal di Kanjuruhan
TGIPF Minta PSSI Tanggung Jawab atas 'Kematian Massal' di Kanjuruhan. (Foto: KemenkoPolhukam)
Jum'at, 14 Oktober 2022 15:14 WIB

JAKARTA - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan mengeluarkan hasil rekomendasi. PSSI diminta bertanggung jawab.

Bertempat di Istana Negara, Jumat (14/10/2022), TGIPF menyerahkan hasil rekomendasi hasil temuan investigasi Tragedi Kanjuruhan kepada presiden Jokowi. Menko Polhukam Mahfud MD mengumumkannya langsung

TGIPF, yang dibentuk untuk mengusut kematian 132 orang dalam Tragedi Kanjuruhan, disebut merekomendasikan agar ketua umum dan jajarannya, dalam hal ini Executive Committe (Exco) bertanggung jawab.

"Di dalam catatan kami, disampaikan PSSI harus bertanggung jawab, dan sub-sub organisasinya. Bertanggung jawab itu berdasar aturan-aturan resmi, dan yang kedua berdasarkan moral," katanya.

PSSI yang dipimpin Iwan Bule memang disorot selama Tragedi Kanjuruhan. Federasi sempat mengaku tak bisa dimintai pertanggung jawaban atas Tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan kematian massal. Petisi sampai muncul mendesak Iwan Bule lengser dari jabatannya. Sampai akhirnya, Iwan Bule meminta maaf usai PSSI disambangi FIFA.

Presiden Jokowi sendiri langsung memerintahkan dibentuknya TGIPF, untuk mengusut Tragedi Kanjuruhan. Peristiwa yang terjadi usai laga Arema FC vs Persebaya itu menewaskan 132 orang di Stadion Kanjuruhan, Malang, 1 Oktober lalu.

Tragedi terjadi usai invasi suporter ke lapangan ditanggapi represif aparat. Gas air mata dilepaskan, sampai membuat penonton panik, dan akhirnya banyak yang terinjak-injak sampai kehabisan napas.

Jumlah korban tragedi Kanjuruhan sendiri menjadi yang terbanyak kedua dalam sejarah sepakbola di dunia. Seluruh dunia berduka, dan FIFA sampai datang ke Indonesia untuk membantu membenahi masalah sepakbola nasional.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, Non Olympic, Sepakbola, DKI Jakarta
wwwwww