Pengamat Sepakbola Pertanyakan Validitas Surat TGIPF Yang Beredar
![]() |
| Tragedi Kanjuruhan. (Twitter) |
Penulis: Azhari Nasution
"Ini kan ada 14 halaman yang muncul. Pertama, patut digarisbawahi bahwa kejadian di Kanjuruhan ini lebih besar dan dahsyat dari yang beredar di media sosial ataupun di televisi," ucapnya.
Sebab, rekonstruksi dari bukti CCTV yang jumlahnya cukup banyak menggambarkan bahwa kejadian di Kanjuruhan itu memang lebih mengerikan. Karena itu, TGIPF sampai berani bicara soal keselamatan rakyat itu yang utama di hadapan hukum, tetapi sudah terinjak-injak dalam Tragedi Kanjuruhan.
Selain itu, pria yang juga kolumnis tersebut menganggap bahwa validitas surat yang disebut isi rekomendasi TGIPF layak dipertanyakan. Bukan hanya karena potongan halaman tertentu saja, tetapi juga tidak dibubuhi tanda tangan, logo, ataupun kop surat resmi.
"Tim ini kan dibentuk pemerintah, langsung ke Presiden. Ada Keppres-nya dan diketua oleh Menteri lho, kok enggak ada validitasnya di surat itu," ungkapnya.
Dengan fakta tersebut, alumnus Universitas Brawijaya Malang itu menganggap bahwa surat rekomendasi yang banyak beredar itu seperti surat yang sengaja diedarkan untuk menimbulkan kegaduhan.
"Ini kesimpulan dan rekomendasi yang penting. Kalau memang disuruh bertanggung jawab, tinggal menunggu saja bagaimana nanti PSSI. Namun, soal itu benar dan tidak surat dalam bentuk PDF yang banyak beredar itu, ya, layak dipertanyakan," tuturnya.
Memang, Ketua TGIPF Mahfud MD sempat mengumumkan rekomendasi, intinya ialah permintaan Presiden Joko Widodo agar proses penyelidikan tindak pidananya terus dilanjutkan. Selain itu, juga ada permintaan berbagai pihak agar bertanggung jawab secara moral setelah Tragedi Kanjuruhan terjadi. ***
| Kategori | : | Non Olympic, Sepakbola, DKI Jakarta |













