Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
13 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
10 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
15 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
4
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
10 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
5
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
23 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
6
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Sepakbola
22 jam yang lalu
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Home  /  Berita  /  Olympic

Jokowi Sebut Ijazah Bukan Segalanya, Tapi Skill yang Lebih Penting

Jokowi Sebut Ijazah Bukan Segalanya, Tapi Skill yang Lebih Penting
Presiden Jokowi. (Foto: Istimewa)
Selasa, 25 Oktober 2022 13:36 WIB

JAKARTA - Dalam sesi pidato, Presiden Jokowi beberkan soal ijazah yang dianggap tidak begitu penting.

Jokowi mengatakan, justru yang paling penting adalah tingkatkan skill dan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang.

"Semua persaingan di negara semua ada disitu, bukan ijazahmu apa, bukan adu ijazahmu tapi adu skill, adu kompetensi," ucap Jokowi dalam cuplikan video di akun twitter Dokter Tifa.

Dalam cuitan tersebut, nampaknya Dokter Tifa semakin yakin bahwa Jokowi telah memalsukan semua dokumen yang dimilikinya termasuk dokumen pendidikannya.

Maka dari itu, Dokter Tifa meminta untuk hapus ijazah sebagai persyaratan masuk kerja, kuliah, dan sebagainya. "Setuju deh. Mari kita coret soal ijazah," tulis Dokter Tifa.

Lebih lanjut, Dokter Tifa menambahkan, yang paling penting adalah tingkatkan skill terutama kemampuan bahasa Inggris. "Yang paling penting bagi seorang Lurah adalah SKILL. Skill Bahasa Inggris," ujar Dokter Tifa.

Diakhir kalimat, nampaknya Dokter Tifa sindir Jokowi dengan sebutan 'jangan bikin malu'. Karena dengan pernyataan di pidatonya itu ijazah tidak begitu penting. "Jangan sampai bikin malu sekelurahan," sebut Dokter Tifa.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww