Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
24 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
24 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
23 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
24 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
23 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
23 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Koalisi Perubahan Batal Deklarasi, PKB Kembali Goda PKS

Koalisi Perubahan Batal Deklarasi, PKB Kembali Goda PKS
Wakil Ketua Umum (Waketum) PKB, Jazilul Fawaid (Anggi Muliawati/detikcom)
Kamis, 10 November 2022 00:36 WIB

JAKARTA - Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengatakan partainya dan Partai Gerindra sepakat untuk menambah mitra koalisi. Menurutnya, dalam politik saling menggoda merupakan hal yang wajar.

"Soal PKS, kami dari PKB-Gerindra sepakat untuk menambah koalisi. Namanya saling menggoda ya, biasa. Kita juga digoda. Walaupun dalam (koalisi) KIR (Kebangkitan Indonesia Raya) kita juga ada dalam godaan," kata Jazilul di Hotel Santika Premier Bintaro, Tangerang Selatan, Rabu (9/11/2022).

Jazilul mengatakan tidak ada masalah dengan aksi saling goda tersebut. Menurutnya, calon yang memiliki peluang lebih besar menang, akan dipilih oleh parpol. "Asal nanti di situ ada harapan untuk menang, dan itu menjadi satu-satunya godaan partai politik. Ada calon besar harapan untuk menang, maka itu yang akan menjadi pilihan dari partai politik dan itu menjadi godaan," ujarnya.

"Buat PKB yang sudah berulang kali ikut pilpres, biasanya akan melihat kemenangan itu di mana," sambungnya.

Lebih lanjut Jazilul mengatakan, jika PKS bergabung koalisi PKB-Gerindra, 'semut merah' kembali. Hal itu diungkapkan setelah dimintai tanggapan terkait batalnya deklarasi 'Koalisi Perubahan' yang digagas Partai NasDem, PKS, dan Partai Demokrat, yang dilakukan pada 10 November besok.

"Ya ini, 'semut merah' plus Gerindra, dan tidak bisa dilihat begitu, namun sepertinya terasa gamang. Dan kegamangan tidak hanya dilihat dari kubu itu (koalisi Anies). KIB juga gamang. Oleh karenanya jangan sampai kita gamang," ujarnya.

Dia lalu berpendapat kembalinya 'semut merah' masih dalam kegamangan. Sementara untuk KIR, Dia menyebut akan segera membuat keputusan, agar tidak kehilangan momentum. "Kalau KIR gamang, momentum hilang. Tolong segerakan membuat keputusan. Tolong segera bertemu dan segera buat keputusan. Kalau ditunda lagi, kita menunda kemenangan," tuturnya.

Seperti diketahui, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar memang pernah mengungkapkan harapan ada partai lain yang bergabung dalam koalisinya dengan Gerindra. Partai lain yang dimaksud Cak Imin, sapaan akrabnya, adalah PKS.

"Terus kita melakukan lobi-lobi dengan partai lain supaya anggota partai koalisi kita semakin banyak," kata Cak Imin setelah memimpin upacara Puncak Hari Santri 2022 di Tugu Pahlawan Surabaya, Sabtu (22/10/2022).

Saat ditanya partai mana yang akan gabung koalisi Gerindra-PKB, Muhaimin menjawab belum mengetahui. Tetapi dia berharap PKS segera bergabung dengan Koalisi KIR. "Belum tahu, terus kita pendekatan, saya berharap PKS bisa masuk," imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua DPP NasDem Willy Aditya mengatakan pembentukan 'Koalisi Perubahan' bersama calon mitra koalisi, Demokrat dan PKS, batal dideklarasikan pada 10 November mendatang. Willy menyebut deklarasi itu ada kemungkinan akan dilakukan pada akhir tahun. "Bisa dipastikan 10 November tidak jadi deklarasi bersama," kata Willy kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/11).

Willy mengatakan rencana deklarasi itu batal lantaran PKS masih haru menggelar rapat majelis syuro pada Desember nanti. Selain itu, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) baru pulang ke Tanah Air dari pada 10 November.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww