Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
12 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
14 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
8 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
4
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
7 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Nasional

Publik Daftar Berbagai Aplikasi, Jaminan Keamanan Datanya Gimana?

Publik Daftar Berbagai Aplikasi, Jaminan Keamanan Datanya Gimana?
Ilustrasi hacker pembobol data. (foto: ist. via teachprivacycom)
Jum'at, 11 November 2022 21:08 WIB
JAKARTA - Pendiri Ethical Hacker Indonesia Teguh Aprianto sebagaimana pemberitaan yang dibaca pada Jumat (11/11/2022), menyinggung soal jaminan keamanan data masyarakat, menyusul bocornya sejumlah data pengguna aplikasi MyPertamina.

"Publik dipaksa untuk daftar di berbagai aplikasi, tapi tak ada jaminan bahwa data akan aman," kata Teguh lewat akun di media sosial Twitter, kemarin, sebagaimana dikutip GoNEWS.co dari Tempo.

Baca Juga: Serius Siapin Pemilu, Data Penduduk Mendarat di KPU 

Baca Juga: Kemendagri Ingatkan Keamanan Data Pendukung dari Pencalonan Calon Perseorangan 

Disebutkan, akun Bjorka memperjual belikan lebih dari 44 juta data milik pengguna aplikasi MyPertamina. Data terdiri dari, antara lain, nama lengkap, email, Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), nomor telepon, alamat, juga besar penghasilan. Jumlah data terkompresi sebesar 6 GB, atau 30 GB jika tak dikompresi.

Sebanyak 44 juta data yang bocor tersebut, kata Teguh, "Dijual dengan harga US$25 ribu atau setara Rp 392 juta rupiah.". Di situs BreachForums pada Kamis, 10 November 2022, Bjorka mengaku bahwa data sudah terjual dengan nilai di atas dalam bentuk Bitcoin.

Baca Juga: Ekomon Optimis UU PDP Tumbuhkan Ekonomi Digital, Tapi Butuh Badan Pengawas Data 

Baca Juga: Soal Hacker Bjorka, DPR: Bawaslu Wajib Antisipasi & Jaga Keamanan Data Pemilu 2024 

Diketahui, Bjorka adalah akun yang dikenal kriminal karena sebelumnya telah membocorkan data kartu SIM, KPU dan Indihome.***

https://www.gonews.co/berita/baca/2022/09/20/ekomon-optimis-uu-pdp-tumbuhkan-ekonomi-digital-tapi-butuh-badan-pengawas-data/

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Olympic, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww