Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
19 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
19 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
18 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
18 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Olympic

HIPMI Harusnya Bersiap Hadapi Resesi, Bukan Berkelahi

HIPMI Harusnya Bersiap Hadapi Resesi, Bukan Berkelahi
Juru Bicara Milenial DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). (Foto: Istimewa)
Selasa, 22 November 2022 18:05 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Video kericuhan Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Munas HIPMI) ke XVII di Hotel Alila, Solo viral di media sosial. Dari tayangan video tersebut, beberapa peserta ribut dengan peserta lainnya dan menyebabkan adu jotos di antara mereka.

Juru Bicara Milenial DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Mikhael Sinaga menyayangkan kejadian tersebut. "Sangat disayangkan. Ini musyawarah kok sampai anarkis, HIPMI harusnya dewasa menyikapi perbedaan yang ada, " kata dia kepada wartawan di Jakarta, Selasa (22/11/2022).
 
Menurut Mikhael, demokrasi adalah mengelola kepentingan yang berbeda-beda dengan aturan main yang jelas dan bukan adu otot. Munas HIPMI bukan sekedar memilih nakhoda tapi perlu menyusun arah ekonomi Indonesia menghadapi ancaman resesi dunia di tahun-tahun mendatang. 
 
"Resesi jelas-jelas ada di depan mata dan sudah banyak negara rontok karena tidak mampu mengelola sumber daya alam mereka, gelombang PHK dan utang yang membengkak. PKB memperkirakan tahun 2023 dan 2024 akan menjadi tahun paling berat dalam resesi global dan mungkin berat juga untuk Indonesia. Akhir tahun ini sudah mulai ada gelombang PHK," papar Mikhael.
 
Bahkan, lanjut Mikhael, energi dan semangat yang ditunjukkan peserta Munas HIPMI itu digunakan ke hal-hal yang lebih membela kepentingan nasional misalnya terkait kekayaan alam Indonesia.
 
"Ketimbang membuat ricuh di Munas dan menjadi tontonan publik, akan lebih baik jika para pengusaha muda itu berani 'berkelahi' dan melawan saat banyak kekayaan alam Indonesia seperti nikel dan batubara disedot keluar negeri," pungkasnya. ***

wwwwww