Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
20 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
19 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
19 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
19 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Olympic

DPR RI Minta PT Pertamina Hulu Rokan Bertanggung Jawab Atas Insiden Tewasnya Pekerja

DPR RI Minta PT Pertamina Hulu Rokan Bertanggung Jawab Atas Insiden Tewasnya Pekerja
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKB, Abdul Wahid. (Foto: Dok. GoNews.co)
Rabu, 23 November 2022 12:07 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Riau, Abdul Wahid angkat bicara terkait rentetan insiden meninggalnya pekerja di lingkungan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

"Para pihak yang berkepentingan di PT Pertamina Hulu Rokan harus bertanggungjawab," ujar Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKB itu, saat dihubungi GoNews.co, Rabu (23/11/2022) di Jakarta.

Terkait dengan adanya desakan pencopotan Direktur Utama PHR Jeffe A Suardin dan Executive President PHR Feri Sri Wibowo, Pimpinan Baleg DPR RI ini menyarankan agar tidak terburu-buru. "Tanggungjawab iya, tapi soal copot mencopot tentu ada mekanismenya dan perlu dikaji terlebih dahulu," ujar Pimpinan Baleg DPR RI itu.

Sebelumnya diberitakan, insiden kecelakaan kerja di lingkungan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) pada bulan Desember 2021 lalu menuai sorotan dari berbagai kalangan. Demikian diungkapkan salah satu tokoh pemuda Riau dari Aliansi Masyarakat Peduli Riau (AMPR) Zulkardi, Selasa (22/11/2022).

"Kita sangat menyesalkan terjadinya kembali beberapa insiden kecelakaan kerja di lingkungan PHR, dan tentu saja ini menjadi insiden buruk," tambahnya.

Atas insiden kecelakaan kerja tersebut, pihak PHR diduga tak memberi tahu kepada Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Riau sehingga perbuatan tersebut secara jelas telah melanggar Peraturan Kementerian Ketenagakerjaan. Selain itu, AMPR juga mendesak pihak Mabes Polri untuk membentuk tim khusus guna mengusut tuntas penyebab meninggalnya beberapa pekerja PHR secara beruntun tersebut. "Selain ke Presiden dan Kementerian BUMN, kami juga akan segera menyurati pak Kapolri," tandasnya.

GoNews.co Data korban pekerja meninggal
Data korban pekerja meninggal di Pertamina Hulu Rokan. (Foto: Istimewa)

Menurut Zulkardi, kejadian pada 17 november 2022, korban meninggal adalah pekerja RIG shift malam a/n Hermanto (53 thn) yang saat itu sedang menunggu rekan aplusan pergantian shift.

"Kejadian meninggal dunia pada saat pagi hari, disini jelas bahwasannya korban masih dalam jam kerjanya menunggu pergantian hari, dan juga korban ditemukan meninggal di lokasi kerja di Minas. Selanjutnya kejadian tanggal 20 november 2022 pagi, korban meninggal dunia a/n Yunaldi (55 thn) ditemukan pada pagi hari sekira pukul 08.00 Wib. Korban diketahui baru saja melakukan aplusan dengan operator bulldozer shift malam, lalu ditemukan meninggal dunia di atas bulldozer," urainya.

Kemudian pada sore hari nya sekira pukul 16.00 Wib, kembali ditemukan 1 korban meninggal dunia di ruang kamar istirahat medical Minas. Sementara itu, Executive President PHR Feri Sri Wibowo yang dihubungi secara terpisah, hingga saat ini belum menjawab telepon maupun pesan Whatsapp yang dilayangkan GoNews.co.

Namun PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) VP Corporate Affairs PT Pertamina Hulu Rokan, Rudi Ariffianto, saat dikonfirmasi pada Selasa (22/11/2022) mengatakan, pihaknya menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas meninggalnya mitra kerja PHR pada Kamis, 17 November 2022 dan Minggu, 20 November 2022.

Ia mengklaim bahwa meninggalnya pekerja tersebut bukan karena insiden kecelakaan kerja melainkan karena mengalami sakit. "Dapat dikonfirmasikan bahwa penyebab meninggalnya mitra kerja PHR baru-baru ini bukanlah akibat kecelakaan kerja," ujarnya.

"Mereka telah ditangani dengan segera oleh tenaga medis yang disediakan PHR yang telah terlatih baik untuk menangani kejadian terkait kesehatan di lokasi dan di fasilitas medis PHR," tambahnya.

PHR kata Dia, memberikan perhatian serius untuk memastikan semua pekerja dan mitra kerja PHR fit sebelum mulai bekerja. "Perlindungan terhadap seluruh pekerja, mitra kerja, dan masyarakat di mana PHR beroperasi merupakan nilai dan prioritas utama perusahaan," pungkasnya.***

wwwwww