Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
20 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
19 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
20 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
20 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Olympic

Sebut Pekerja Meninggal Bukan Karena Kecelekaan Kerja, Pertamina Hulu Rokan Dituding Tak Berempati

Sebut Pekerja Meninggal Bukan Karena Kecelekaan Kerja, Pertamina Hulu Rokan Dituding Tak Berempati
Salah satu pekerja Pertamina Hulu Rokan yang meninggal dalam kecelakaan kerja. (Foto: Dok AMPR)
Rabu, 23 November 2022 12:20 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

PEKANBARU - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) telah menjawab tudingan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Provinsi Riau (AMPR) terkait tidak bertanggungjawabnya pihak PHR atas rentetan kecelakaan kerja yang mengakibatkan meninggalnya para pekerja termasuk yang terjadi pada Kamis, 17 November 2022 dan Minggu, 20 November 2022.

VP Corporate Affairs PT Pertamina Hulu Rokan, Rudi Ariffianto, Selasa (22/11/2022) kemarin mengatakan, bahwa meninggalnya para pekerja tersebut bukanlah kecelakaan, melainkan karena sang pekerja mengalami sakit. "Dapat dikonfirmasikan bahwa penyebab meninggalnya mitra kerja PHR baru-baru ini bukanlah akibat kecelakaan kerja," ujarnya.

Rudi Ariffianto juga mengklaim, kejadian tersebut telah ditangani dengan segera oleh tenaga medis yang disediakan PHR yang telah terlatih baik untuk menangani kejadian terkait kesehatan di lokasi dan di fasilitas medis PHR. PHR kata Dia, memberikan perhatian serius untuk memastikan semua pekerja dan mitra kerja PHR fit sebelum mulai bekerja. Perlindungan terhadap seluruh pekerja, mitra kerja, dan masyarakat di mana PHR beroperasi merupakan nilai dan prioritas utama perusahaan.

Menanggapi hal tersebut, tokoh pemuda Riau dari Aliansi Masyarakat Peduli Riau (AMPR) Zulkardi, mengaku sangat kecewa. Berdasarkan fakta dan data yang Ia miliki, insiden kecelakaan kerja tersebut, pihak PHR diduga tak memberi tahu kepada Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Riau sehingga perbuatan tersebut secara jelas telah melanggar Peraturan Kementerian Ketenagakerjaan.

"Saya menghargai hak jawab saudara VP Corporate Affair PHR, Rudi Arifianto, atas pemberitaan di beberapa media. Ini bukti hebatnya penerapan Etika Jurnalistik dan Kami sangat berterima kasih kepada rekan-rekan media yang saat ini memegang teguh aturan Dewan Pers, dimana dengan adanya hak jawab dari pihak PHR. Namun dengan bukti-bukti yang ada, kami merasa pihak PHR sengaja menutupi kejadian yang sebenarnya," ujar Zulkardi, Rabu (23/11/2022).

Dengan adanya tanggapan resmi PHR itu, AMPR menilai kinerja Dirut serta EVP PHR harus segera dievaluasi, karena dalam hak jawab tersebut, PHR secara terang -terangan menyatakan kepada Masyarakat betapa bobroknya kinerja PHR dibawah Kepemimpinan Jeffe A Suardin.

Zulkardi juga menyimpulkan, pihak PHR telah mengakui adanya pekerja yang meninggal dunia secara beruntun selama 4 hari disekitar ruang lingkup kerja PHR walaupun masih berdalih penyebab meninggalnya adalah karena sakit. Kedua, ia meganggap VP Corporate Affair PHR, Rudi Affrianto tidak memahami pentingnya keselamatan kerja K3 dan tidak memahami aturan dari Kementerian Tenaga Kerja. Ketiga, pihak PHR bereaksi dan ikut berempati atas meninggalnya pekerja tersebut justeru setelah pemberitaan ramai. "Padahal insiden itu telah terjadi 3-7 hari lalu," ujarnya.

Terkait klaim PHR yang mengaku telah menyediakan tenaga medis terlatih, AMPR justeru mengantongi data dalam 5 bulan terakhir setidaknya terdapat 5 Pekerja yang meninggal di area Kerja PHR dengan dalih adanya gangguan kesehatan. "Jika sudah ada tim medis kenapa insiden ini tetap terjadi. Padahal PHR mengkalaim telah memastikan semua pekerja dan mitra pekerja dalam keadaan sehat wal'afiat sebelum mulai bekerja," urainya.

Karena fakta di lapangannya kata Dia, beberapa pekerja yang meninggal dunia justeru mendekati waktu berakhirnya jadwal pergantian shift. "Kami juga telah mengantongi Summary Kronologi 6 Pekerja PHR yang meninggal dunia termasuk yang terjadi secara beruntun yaitu tanggal 17-20 November 2022, dimana semua korban meninggal masih diarea kerja bahkan ada kronologi Pekerja PHR yang meninggal sedang diatas bulldozer karena jobdesknya operator Bulldozer," katanya.

Atas kesimpulan tersebut, kata Zulkardi, AMPR tetap akan melanjutkan niatanya untuk mengadukan hal tersebut ke pemerintah pusat dalam hal ini Presiden, Menteri BUMN dan Mabes Polri. "Jadi jangan cuma memberikan jawaban dan klaim semata. Agar kejadian ini tidak terulang lagi, kami memastikan baket yang sedang digodok AMPR telah rampung dan memenuhi syarat untuk menjadi acuan bagi Menteri BUMN untuk segera mengevaluasi kinerja Dirut PHR Jeffe A Suardin dan Executive President PHR Feri Sri Wibowo," pungkasnya.***

wwwwww