Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
23 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
23 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
11 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
6
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
6 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Home  /  Berita  /  Olympic

Kasus Polisi Teriaki Warga 'Dasar Padang Pelit' Berujung Damai, Korban Sudah Memaafkan

Kasus Polisi Teriaki Warga Dasar Padang Pelit Berujung Damai, Korban Sudah Memaafkan
Kapolsek Palmerah AKP Dodi Abdul Rohim saat memberikan keterangan pers. (Foto: istimewa)
Jum'at, 25 November 2022 13:51 WIB

JAKARTA - Viral pengakuan seseorang yang mendapatkan perkataan rasis dari anggota polisi Polsek Palmerah, Jakarta Barat. Seseorang itu membuat narasi bahwa dirinya disebut “Dasar Padang Pelit” oleh oknum polisi di Polsek tersebut.

Rezki Achyana, warga yang mengaku mendapat perlakuan rasis, mendatangi Polsek Palmerah untuk menyampaikan pernyataannya, Kamis (24/11/2022).

Dia bertemu dengan Kapolsek Palmerah AKP Dodi Abdul Rohim dan melakukan mediasi dengan oknum polisi rasis. Usai pertemuan, Rezki menyampaikan kepada wartawan, sudah memaafkan oknum polisi rasis tersebut.

"Hasil pertemuannya dari Polsek Palmerah sudah menyampaikan permintaan maaf, dan saya ok dengan permintaan maaf tersebut serta tidak melanjutkan ke jenjang selanjutnya," ujar Rezki.

Dia berjanji akan menyampaikan hasil pertemuan malam ini di media sosialnya. "Di sosial media akan saya update bahwa permasalahan ini sudah clear,” katanya.

Kapolsek Palmerah AKP Dodi Abdul Rohim menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang diduga menjadi korban rasisme anggotanya. Dodi menegaskan dalam membuat laporan polisi tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis. "Pada intinya, kalau buat laporan tidak dipungut biaya," tegasnya.

Dodi menyatakan kasus ini pun ditangani Provos. Oknum polisi yang diduga melakukan tindakan rasisme tengah menjalani proses pemeriksaan. Dodi mengakui kesalahan ada pada pihaknya. "Intinya tetap, kesalahan ada di anggota kami,” ujarnya.

Sebelumnya beredar unggahan akun twitter. Pengguna akun itu mengaku mengurus surat kehilangan di Polsek Palmerah. Kemudian usai menerima surat, ia mengucapkan terima kasih kepada petugas. Sontak petugas dinilai tidak terima hanya sekadar ucapan “terima kasih”, dengan melontarkan kalimat rasis.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Olympic, DKI Jakarta
wwwwww