Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
20 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
19 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
19 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
20 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Megawati Sepertinya Masih Ngotot Jadikan Puan Capres 2024

Megawati Sepertinya Masih Ngotot Jadikan Puan Capres 2024
Megawati Soekarno Puteri dan Puan Maharani. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 26 November 2022 12:33 WIB

JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dianggap masih berusaha agar Puan Maharani menjadi calon presiden mendatang.

Salah satunya ialah dengan mengangkat anaknya, Muhammad Prananda Prabowo sebagai Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi PDIP.

"Megawati tampaknya akan berjuang untuk mengantarkan Puan menjadi presiden pada 2024. Hal itu dimaksudkan agar kesinambungan trah Soekarno dalam kepemimpinan nasional tetap terjaga,” kata pengamat politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga, Jumat (25/11/2022).

"Momentum itu hanya tinggal pada tahun 2024. Sebab setelah itu aura kepemimpinan Megawati tampaknya akan meredup,” imbuhnya.

Oleh karena itu, lanjut Jamiluddin, kalau Megawati tidak berhasil mengantarkan Puan menjadi presiden atau wakil presiden, maka peluang kesinambungan kepemimpinan nasional dari trah Soekarno akan terputus.

"Hal itu tampaknya tidak dikehendaki Megawati. Jadi, dengan membagi peran yang berbeda kepada anak-anaknya, Megawati berharap tidak terjadi pertarungan sesama trah Soekarno di PDIP. Harapannya, trah Soekarno tetap dominan di PDIP, termasuk menjaga kesinambungan kepemimpinan nasional,” katanya.

"Masalahnya, trah Soekarno bukan hanya dari Megawati saja. Ada turunan dari Guntur dan lainnya yang juga berkiprah di PDIP. Apakah mereka rela trah Megawati saja yang dominan? Tentu waktu yang akan menjawabnya,” tutupnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww