Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
12 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
14 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
9 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
5
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
7 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
7 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Olympic

Emak-emak Tutup Paksa Tambang Ilegal di Sungai Batang Jateng

Emak-emak Tutup Paksa Tambang Ilegal di Sungai Batang Jateng
Massa tutup paksa tambang ilegal di Batang (Robby Bernardi/detikJateng).
Kamis, 01 Desember 2022 14:33 WIB
JAKARTA -Warga Desa Polodoro, Kecamatan Reban, menutup paksa penambangan ilegal galian C di Sungai Jambu, Batang, Jawa Tengah. Massa yang kebanyakan emak-emak itu menghentikan aktivitas para penambang ilegal, secara paksa.

Dilansir dari detikJateng, area pertambangan yang berjalan dua bulan itu, sudah mendekati permukiman. Mereka takut terjadi longsor di dekat permukiman jika hujan deras mengguyur.

"Warga resah, saat ini jarak antara lokasi galian C dengan rumah warga hanya sekitar 40 meter saja. Jika dibiarkan maka dikhawatirkan rumah warga bisa terdampak," kata Kades Polodoro, Turis yang memimpin aksi itu saat dihubungi via telepon, Kamis (1/12/2022).

Dia mengatakan aktifitas tambang mulanya berada di sisi Desa Sukomangli, tetangga Desa Polodoro. Aktivitas tambang disebut telah berjalan di sana selama satu tahun.

Turis menyebut ada lima rumah warga yang terancam longsor. Rumah-rumah itu berada di atas tebing yang berjarak 40 meter dari lokasi tambang ilegal.

"Warga takut jika curah hujan tinggi dapat menyebabkan longsor dan juga banjir besar. Takut longsoran merembet ke permukiman. Kondisi saat ini sudah tebing curam," jelas Turis.

"Karena itulah warga tadi melakukan aksi. Ya ada ratusan warga. Memang kebanyakan ibu-ibu," tambahnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Ekonomi, Voli, Badminton, Jawa Tengah
wwwwww