Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
24 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
24 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
6
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Home  /  Berita  /  Olympic

Nekat Potong Upah Pekerja Konstruksi 50%, Mandor Proyek IKN Kabur

Nekat Potong Upah Pekerja Konstruksi 50%, Mandor Proyek IKN Kabur
Ilustrasi pekerja IKN. (Foto: Istimewa)
Senin, 12 Desember 2022 13:52 WIB

JAKARTA - Sebanyak 13 orang pekerja konstruksi di Ibu Kota Nusantara (IKN) memilih pulang ke rumah karena upah yang tidak sesuai.

Kabid Humas Polda Kalimantan Timur, Yusuf Sutejo mengatakan 13 orang pekerja konstruksi tersebut saat ini sudah diantarkan pulang oleh Kapolsek setempat ke kampung halamannya yang terletak di Jawa Timur.

"Iya betul (13 pekerja konstruksi pulang kampung), sudah pulang ke Jawa di bantu kapolsek naik kapal dini hari Kamis," ujar Yusuf saat dihubungi MNC Portal, Minggu (11/12/2022).

Yusuf menjelaskan, di awal kontrak para pekerja tersebut dijanjikan mendapatkan bayaran sebesar Rp150 ribu, namun setelah bekerja di IKN ternyata sang mandor malah memotong upah para pekerja hingga hampir 50%. "Mereka dijanjikan pada saat di Jawa Rp150 ribu/hari tapi setelah bekerja di IKN ternyata hanya di bayar Rp80 ribu/hari," sambungnya.

Adapun, Yusuf mengatakan pihak kepolisian akan memburu mandor tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut. "Mandornya sudah kabur dan mereka (pekerja konstruksi) hanya minta tolong untuk pulang ke Jawa. Kita berusaha (memburu mandor)," pungkasnya.

Seperti diketahui, saat ini pemerintah mulai melakukan pengerjaan konstruksi IKN tahap pertama. Pembangunan dikebut sebab targetnya pada tahun 2024 paling tidak sudah bisa rampung untuk tahap pertama.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta, Kalimantan Timur
wwwwww