Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
11 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
13 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
9 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
5
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
14 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
6
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Metropolitan
13 jam yang lalu
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Home  /  Berita  /  Voli

Wapres Ma'ruf Amin Minta Tindak Tegas KKB Papua

Wapres Maruf Amin Minta Tindak Tegas KKB Papua
Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin. (Foto: Istimewa)
Rabu, 21 Desember 2022 15:34 WIB

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meminta penerapan penegakan hukum tegas kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Pernyataan ini disampaikan Ma’ruf saat rapat tertutup dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di Kediaman Resmi Wapres, Jakarta, Selasa (20/12/2022).

"Wapres dalam hal ini meminta supaya ada langkah tegas untuk melakukan penegakan hukum, supaya negara hadir di sana. Supaya melakukan langkah-langkah pengamanan terhadap mereka yang melakukan keonaran, separatis, dan itu membahayakan negara,” ujar Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi dalam keterangannya, dikutip Rabu (21/12/2022).

Ma'ruf, kata Masduki, menyebut KKB kelompok jahat dan membuat masyarakat Papua resah dan tidak aman. "Mereka ini adalah kelompok yang tidak benar, kelompok jahat, karena apa? Karena mereka menginginkan supaya masyarakat resah, mereka melakukan teror penembakan, pembunuhan dan menimbulkan korban jiwa, sengaja menciptakan ketidakamanan,” katanya.

Menurut Masduki, Ma’ruf meminta kepastian bahwa negara hadir di Papua dengan cara menjamin keamanan warga Papua. Sehingga masyarakat Papua tidak dibayangi rasa takut terhadap aksi kelompok KKB Papua. "Supaya negara hadir di sana, upaya melakukan langkah-langkah pengamanan terhadap mereka yang melakukan keonaran, separatis, dan itu membahayakan negara," katanya.

Meski demikian, Ma’ruf memastikan Pemerintah juga tetap memberlakukan pendekatan humanis atau kemanusiaan dalam membangun kesejahteraan di Papua. "Jadi ada langkah-langkah konkrit untuk kesejahteraan Papua itu seperti apa, dan adanya Kementerian dan Lembaga itu supaya segera untuk membangun kesejahteraan di Papua, itu permintaan dari Wapres," kata Masduki.

Sebelumnya, Ma’ruf Amin berharap Panglima TNI yang baru Laksamana Yudo Margono tetap mempertahankan pendekatan humanis dalam penanganan di Papua. "Kita memang tetap melakukan pendekatan yang humanis, membangun melalui pendekatan teritorial dgn penegakan hukum,” kata Ma’ruf di Istana Wapres, Selasa (20/12/2022).

Namun, Ma’ruf menyebut pendekatan tegas juga tegap akan diterapkan di Papua. Mengingat tindak kekerasan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua masih kerap beraksi. "Tetapi katena banyaknya masih adanya kekerasan-kekerasan yg dilakukan oleh pihak KKB, mungkin ada langkah-langkah yang lebih tegas lagi di dalam mengahdapi, itu memang disuarakan oleh banyak pihak untuk menjaga dan melindungi masyarakat di Papua," kata dia.

Ma’ruf menyebut pendekatan tegas tidak dilakukan di seluruh wilayah melainkan di wilayah tertentu saja. "Kalaupun ada itu sebenarnya masih di daerah kelompok kecil saja, tetapi memang harus dihadapi dengan lebih tegas lagi," kata dia.

Menurut Ma’ruf, mayoritas Papua justru sangat aman dan banyak yang meminta dibentuk lagi provinsi baru. "Walaupun itu sebenarnya hanya di daerah tertentu saja, jadi kalau dibilang Papua itu sebenarnya tidak di seluruh Papua ya, hanya di daerah tertentu saja, Papua yang lain tuh kondusif dan aman. Saya 5 hari berputar dari Jayapura, Merauke, Timika, Kaimana, sampai ke Biak semua bahkan mereka minta tambah provinsi baru lagi," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, Badminton, DKI Jakarta, Papua, Papua Barat
wwwwww