Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
20 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
20 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
21 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
20 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
5
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
6
MA Batalkan Suket Gibran, Mulyanto Minta DPR Segera Bentuk Pansus
Nasional
21 jam yang lalu
MA Batalkan Suket Gibran, Mulyanto Minta DPR Segera Bentuk Pansus
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Mantan Napi Korupsi Kembali Aktif di Parpol, Ujang Komarudin: Itulah Politik Indonesia

Mantan Napi Korupsi Kembali Aktif di Parpol, Ujang Komarudin: Itulah Politik Indonesia
Mantan narapidana kasus korupsi Romahurmuziy. (Foto: Istimewa)
Selasa, 03 Januari 2023 22:23 WIB

JAKARTA - Aktifnya kembali mantan narapidana kasus korupsi Romahurmuziy sebagai elite Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menuai beragam reaksi publik.

Kendati hak berpolitik Romahurmuziy tidak dicabut oleh pemerintah, namun catatan kelam tersebut akan melekat selamanya di tubuh pria yang akrab disapa Romy itu dan PPP sebagai partai yang menampungnya.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin berpendapat, dipilihnya kembali Romy menjadi Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PPP telah mencoreng nama baik politik di tanah air.

"Sejatinya mencoreng nama PPP, tapi itulah politik di Indonesia. Saya melihatnya politik yang tidak membudayakan nilai-nilai kewarasan,” kata Ujang, Selasa (3/1/2022).

"Di kita ini banyak juga mantan napi terpilih lagi, dapat posisi lagi, di situlah letak kenapa bangsa kita menjadi bangsa terkorup. Karena salah satunya seperti itu,” kata Ujang lagi.

Seharusnya, kata Ujang, Romy menahan diri ketika ditawari jabatan strategis tersebut di PPP. Hal ini untuk membentuk citra positif bagi dunia politik di Indonesia yang dinilai kurang bersih oleh masyarakat.

"Mestinya, tahan-tahan dulu jangan masuk ke PPP dulu. Sulit Indonesia bakal maju dan berkembang kalau elitnya menerima tokoh-tokoh atau figur yang pernah tersandung kasus korupsi, seolah-olah tidak salah dan tidak dosa setelah korupsi, kembali bahkan menjdi Ketua Dewan Pertimbangan. Itulah politik kita yang tidak menanamkan etika politik dsb,” tutupnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww