Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
22 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
15 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
19 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
17 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
14 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
17 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Olympic

Puluhan Pendaki Diperkirakan Masih Berada di Gunung Marapi Sumbar

Puluhan Pendaki Diperkirakan Masih Berada di Gunung Marapi Sumbar
BKSDA menyisir Gunung Marapi mencari para pendaki. (Jeka Kampai/detikSumut)
Minggu, 08 Januari 2023 15:14 WIB

PADANG - BKSDA Sumbar menyebut tercatat 40-an orang pendaki berada di atas Gunung Marapi saat erupsi terjadi. Namun menurut warga yang ada di pintu masuk Pos Pendakian Proklamator, diperkirakan lebih dari 100 orang.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dari yang tercatat, karena pada saat kejadian masih banyak pendaki yang nekat dan memaksa naik. Pos Pendakian Proklamator berada di kawasan Batu Palano dan merupakan satu - satunya pintu masuk resmi para pendaki Gunung Marapi.

"Perkiraan kita lebih dari 100 orang. Hari Kamis dan Jumat memang hanya 40-an orang. Tapi hari Sabtu, ada sekitar 50-an orang, termasuk rombongan dari Duri Riau. Ada 29 orang mereka," kata Safrizal, warga Batu Palano yang menetap dan berjualan di pintu masuk, Minggu (8/1/2023).

"Seratus orang lebih kurang lah yang naik dari sini," kata lelaki yang akrab disapa dengan nama Ayah BKSDA itu.

Safrizal menyebutkan dari sekian banyak pendaki yang naik, yang sudah turun baru beberapa orang saja.

Ia mengaku sudah mengingatkan para pendaki mengenai status Gunung Marapi yang tidak aman untuk dinaiki. Tapi banyak dari pendaki yang bahkan datang dari luar Sumatra Barat tetap ngotot untuk naik.

Sementara itu Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sumbar, Eka Damayanti, mengatakan pihaknya telah melarang para pendaki untuk naik ke Gunung Marapi pasca erupsi hari ini. Tapi menurut dia banyak pendaki yang tidak mengindahkan larangan tersebut. "Walau sudah dilarang, mereka (pendaki) tetap naik. Karena ada banyak akses yang dapat mereka lalui," ujar Eka.

Saat ini, petugas gabungan dari BKSDA, Basarnas dan Polri serta warga setemoat masih melakukan penyisiran dan mencari para pendaki ke puncak. Mereka diminta untuk segera turun gunung.

Sebelumnya, saat erupsi Gunung Marapi terjadi, BKSDA Sumatera Barat mencatat ada 40-an pendaki yang sedang berada di puncak gunung. BKSDA mengatakan kini sudah 20 pendaki yang sudah turun dari gunung. "Pendaki yang sudah turun 20 orang," kata Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono kepada wartawan, Sabtu (7/1/2023) malam.

Ardi menyebut sisa pendaki yang masih berada di atas gunung sejauh ini bisa dihubungi oleh tim di lapangan. Kata Ardi, semua pendaki baik 20 yang sudah berhasil turun maupun yang masih dalam perjalanan dalam keadaan sehat.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, Badminton, DKI Jakarta, Sumatera Barat
wwwwww