Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
19 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
13 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
16 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
14 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
14 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
12 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Jika Demokrat Kunci Nama AHY Sebagai Cawapres, NasDem Ogah Lanjutkan Koalisi

Jika Demokrat Kunci Nama AHY Sebagai Cawapres, NasDem Ogah Lanjutkan Koalisi
Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem, Ahmad Ali. (Foto: Istimewa)
Selasa, 24 Januari 2023 21:35 WIB

JAKARTA - Partai NasDem menegaskan pihaknya tidak akan melanjutkan komunikasi dengan Partai Demokrat jika mereka masih tetap ngotot untuk mengajukan ketua umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono sebagai calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Capres Anies Baswedan di 2024.

Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem, Ahmad Ali mengatakan, jika sikap Partai Demokrat tetap keras dengan sikapnya soal AHY, maka pihaknya akan sulit melanjutkan komunikasi. Padahal sejak awal semangat pembentukan koalisi perubahan ini untuk mencari sosok pendamping terbaik bagi Anies Baswedan di Pilpres 2024.

"Tapi kemudian ada partai politik yang menyatakan sikapnya tentang Anies dengan kadernya, bahkan dibuat penegasan kalau bukan AHY wakil, itu koalisi perubahan tidak terjadi. Artinya kalau dia seperti itu kita tidak bisa berdiskusi lagi," ujar Ali, Selasa (24/1/2023).

Dia menjelaskan, sejak awal NasDem, Demokrat, dan PKS membuka komunikasi untuk membentuk koalisi secara terbuka. Bahkan tidak ada pembahasan soal jatah cawapres kepada salah satu parpol, sehingga tidak etis mengunci nama cawapres dalam proses komunikasi koalisi. "Artinya kalau itu jadi keputusan mutlak, ya itu namanya mengunci padahal sejak awal kita tidak bicara itu," ujarnya.

Ali justru mengembalikan kembali rencana koalisi kepada Partai Demokrat dan PKS. Sebab kedua parpol tersebut masih terus berkomunikasi soal pembentukan koalisi dan pendeklarasian Anies Baswedan sebagai capres 2024.

“NasDem kan sudah deklarasi jangan tanya sama NasDem dong. Kalau tanya NasDem jadi subjektif tanyanya. Kalau tanya NasDem, Nasdem hari ini belum punya teman koalisi, karena belum deklarasi, yang ada baru rencana koalisi,” ujarnya.

Namun Ali berharap koalisi perubahan bisa tetap terealisasi dalam waktu dekat. Sebab NasDem mengakui jika pihaknya tidak bisa mengusung Anies Baswedan menjadi Capres 2024 tanpa ada dukungan dari parpol koalisi.

“Cuma tentunya kami berpandangan lain dalam berkoalisi itu tidak bisa orang memaksakan kehendak. Gitu saja kalau NasDem melihat yang terjadi hari ini. Saya pikir NasDem, PKS, Demokrat masih berkomunikasi,” ujar Ali.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww