Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
2
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
24 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
3
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
Korporasi
24 jam yang lalu
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
4
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
Sepakbola
24 jam yang lalu
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
5
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
4 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
6
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
3 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Pemilu 2024 Didominasi Kaum Mileneal, PPP Ajak Generasi Muda Aktif di Politik

Pemilu 2024 Didominasi Kaum Mileneal, PPP Ajak Generasi Muda Aktif di Politik
Talkshow PPP di Kantor DPP, Menteng, Jakarta, Minggu (5/2/2023). (FOTO/MPI).
Minggu, 05 Februari 2023 23:10 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Generasi muda diajak untuk ikut aktif dalam dunia politik. Hal ini penting karena pemilih pada Pemilu 2024 akan didominasi kalangan anak muda.

Hal ini disampaikan Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Thobahul Afthoni dalam Talkshow PPP di Kantor DPP, Menteng, Jakarta, Minggu (5/2/2023).

"Bagi PPP, kehadiran teman-teman pemuda kami harapkan bisa memberikan sumbangsih pemikiran dan gagasan untuk kesinambungan regenerasi partai," katanya.

Afthoni mengatakan, banyaknya pemilih muda di Pemilu 2024 harus bisa manfaatkan dengan baik. Sumbangsih dan pemikiran anak-anak muda sangat dibutuhkan di kancah perpolitikan Indonesia. "Apalagi tantangan pemilih, tantangan pragmatisme politik, bagaimana pemuda menghadapi tantangan bangsa supaya partisipasi pemikiran para pemuda bisa terakomodir dan memberikan kontribusi untuk bangsa," katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai anak muda masih bersikap apatis terhadap politik. Hal itu bisa dilihat dari minimnya keterlibatan anak muda dalam kegiatan politik.

"Kenapa anak muda itu alergi dengan aprtai, karena mereka tidak dijamah, tidak iikutsertakan," katanya.

Menurut Adi, anak-anak muda harus sadar bahwa negara dikendalikan oleh partai politik. "Kita mau jadi apa pun di negara ini, kalau selain dari partai, lewat lah, bahkan untuk urusan yang tidak kelihatannya pun itu juga menjadi penting," katanya.***

wwwwww