Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
15 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
14 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
7 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
5
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
8 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
13 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Komitmen Eka dan Utut Tak Putus Siapkan Pecatur Muda Mengejar Prestasi Dunia Terkuak di SCUA Award 2023

Komitmen Eka dan Utut Tak Putus Siapkan Pecatur Muda Mengejar Prestasi Dunia Terkuak di SCUA Award 2023
Ketua Umum PB Percasi, GM Utut Adianto. (Gonews.co Group)
Senin, 06 Februari 2023 00:18 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Tak terasa sudah 30 tahun Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) yang merupakan produk Grand Master (GM) Utut Adianto dan Ir Eka Putra Wirya berdiri. Lewat sentuhan Utut Adianto yang kini menjabat Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) dan Eka Putra Wirya yang  menjabat sebagai Dewan Pembina PB Percasi dari sekolah catur pertama yang awalnya berkantor di Komplek Pertokoan Roxy Jakarta pada tahun 2003 itu telah melahirkan  pecatur yang membanggakan Indonesia. 

GM Susanto Megaranto dan GMW Irene Kharisma Sukandar itu lahir dari The Dream Team yang merupakan produk pertama Utut Adianto dan Eka Putra Wirya. Kini, SCUA yang bermarkas di Bekasi, Jawa Barat terus melakukan pembinaan atlet-atlet muda. Cukup banyak bibit-bibit unggul yang punya potensi untuk masuk dalam jajaran pecatur dunia ke depan.

Pada acara SCUA Award 2023 yang berlangsung di Hours Coffe Jalan Boulevard Bukit Kelapa Gading Raya No. 1 Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (5/2/2023), Eka Putra Wirya dengan gamblang berbicara soal pembinaan mental sangat penting untuk para pecatur muda agar dapat bersaing dalam kompetisi tingkat dunia.

"Penting untuk dilakukan pembinaan dan pelatihan untuk kembangkan kemampuan anak-anak yang kini belajar catur sejak dini. Fundamental harus kuat, komprehensif, dan menyeluruh," kata Eka Putra Wirya.

"Bicara soal pecatur profesional bukan cuma bicara soal teknik, tapi juga mental. Mental harus kita perbaiki, mental pemenang juga harus disiapkan," tambahnya.

Bagi Eka, mental pemenang bukan cuma soal bagaimana seorang pemain catur mampu menerima kekalahan, namun juga sikapnya saat meraih kemenangan.

"Mental pemenang adalah mental yang kuat. Ada kepercayaan diri, motivasi diri, dan ketika jatuh bisa bangkit. Tapi, di saat sukses, mentalnya juga harus kuat. Kalau tidak kuat, akan jumawa, sombong, dan tidak mempersiapkan diri untuk jatuh," paparnya.
Dia juga menjelaskan, persiapan untuk menjadi seorang pecatur profesional hingga meraih gelar bergengsi seperti Grand Master tak hanya bertumpu pada bakat, namun juga kerja keras.

GoNews.co Dewan Pembina PB Percasi, Ir E
Dewan Pembina PB Percasi, Ir Eka Putra Wirya.

"Persiapannya luar biasa, membutuhkan waktu yang sangat lama. Bakat yang luar biasa, tanpa kerja keras, maka tak akan menjadi apa-apa," ujarnya.

Lebih lanjut, Eka memberikan motivasi kepada para pecatur Indonesia untuk terus memiliki target selanjutnya, bahkan setelah mencicipi gelar juara nasional maupun dunia. Menurut Eka, euforia setelah kemenangan tak perlu dirayakan terlalu lama.

"Setelah juara, langkah selanjutnya adalah berlatih dan bekerja keras lagi. Miliki target ke depan, lewati zona nyaman agar step-nya naik lagi. Setelah merayakan, kembali lagi untuk berlatih keras," katanya.

Eka melanjutkan, hal-hal penting lainnya yang harus dimiliki oleh pemain maupun para pembina catur di Indonesia adalah konsistensi, dedikasi, dan pengabdian.

GoNews.co bersama pecatur muda yang mend
bersama pecatur muda yang mendapatkan SCUA Award 2023.

Komitmen juga ditunjukkan Ketua PB Percasi GM Utut Adianto dengan menyatakan akan memberikan kesempatan kepada sekitar 10 Pecatur muda untuk berlatih tanding ke daratan Eropa terutama ke Belanda.

Pengiriman tersebut, kata Utut, merupakan bagian dari pola pembinaan dengan tujuan agar pecatur muda punya kesempatan mengasah ilmunya serta lebih meningkatkan prestasi di level internasional.

"Selain ikut pertandingan di sana pecatur muda kita, juga kita berikan kemandirian untuk bisa memanage mereka agar lebih bisa mengatur diri sendiri untuk bisa bersikap profesional untuk meningkatkan prestasinya," kata politisi dari Partai PDIP itu.

Bukan hanya berbicara program, Utut juga menyebut olahraga catur membentuk karakter manusia yang punya disiplin dan sportivitas tinggi. Makanya, dia menyebut para pecatur binaan SCUA bukan hanya menjadi pecatur tetapi mendapat kepercayaan dalam memimpin perusahaan. "Menekuni catur itu bukan hanya menjadi atlet saja tetapi bisa berkarya di tempat lain. Banya pecatur dari SCUA itu mendapat kepercayaan memimpin perusahaan dengan menjabat sebagai direktur ataupun manajer. Jadi, tidak ada ruginya untuk menekuni olahraga catur," ungkapnya.

Manajemen SCUA, Lisa Karlina Lumongdong mengungkapkan SCUA memberikan apresiasi kepada para murid dan orang tua murid. Terdapat sejumlah kategori penghargaan yang diberikan, termasuk murid terfavorit hingga lomba video.

"Kami bersama-sama ada di sini untuk menyampaikan syukur dan penghargaan kepada keluarga besar SCUA. Kami tak akan berhenti melakukan evaluasi dan perbaikan di sela tantangan yang ada, dan selalu memberikan yang terbaik untuk putra-putri kita semua untuk mengibarkan Merah Putih di berbagai single event dan multi event internasional," kata Lisa Lumondong yang juga mantan pecatur nasional. ***

wwwwww