Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
10 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
11 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
3
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
11 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
4
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
5
‎Bank Jakarta Banjir Pembukaan Rekening, Dana Rp5 Miliar Terhimpun di FinFest
Ekonomi
14 jam yang lalu
‎Bank Jakarta Banjir Pembukaan Rekening, Dana Rp5 Miliar Terhimpun di FinFest
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
8 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Olympic

Hari Ini Anggota F-PKB DPRD Pekalongan Dikirim BNN Batang ke Bogor

Hari Ini Anggota F-PKB DPRD Pekalongan Dikirim BNN Batang ke Bogor
Kepala BNN Kabupaten Batang, Khrisna Anggara. (Foto: Gonews.co).
Kamis, 09 Februari 2023 20:11 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
BATANG - Hari ini, JZ (53) Anggota DPRD Kota Pekalongan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dikirim ke Balai Besar Rehabilitasi Lido, Bogor, Jawa Barat.

Selain JZ, ada juga mantan ASN Pekalongan inisial UBS yang sebelumnya juga ditangkap BNN Kabupaten Batang.

Demikian diungkapkan Kepala BNN Kabupaten Batang, Khrisna Anggara, saat dihubungi GoNews.co, Kamis (9/2/2023). "Iya hari ini kita lakukan tindakan rehabilitasi kepada dua tersangka dan kita kirim ke Balai Besar Rehabilitasi Lido," ujarnya.

Khrisna Anggara mengungkapkan, hal ini dilakukan setelah tim assessment terpadu menghasilkan keputusan untuk JZ dan UBS harus menjalani rehabilitasi rawat inap di Bogor.

"Terhitung sejak hari Jumat (3/2/2023), baik JZ dan UBS sudah kita titipkan di Rutan Pekalongan," ujarnya.

Hal itu kata Khrisna Anggara, dikarenakan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Batang hingga saat ini belum memiliki ruangan khusus bagi tahanan. "Jadi sesuai ketentuan, penyidik kami diberi kewenangan selama tiga hari dengan tambahan waktu tiga hari, atau jika ditotal selama 6 hari untuk memastikan status kedua orang yang sudah kita amankan. Setelah itu, kemudian status ditingkan menjadi tersangka," tandasnya.

"Setelah status tersangka, sesuai ketentuan maka keduanya dilakukan penahanan. Masalahnya, kita tidak punya ruangan tahanan, maka kita memutuskan untuk menitipkan kedua tersangka tersebut ke Rutan Pekalongan," timpalnya.

Sebelum kedua tersangka dititipkan ke Rutan, BNNK Batang sendiri kata Khrisna, pada Jumat (3/2/2023) pagi telah melakukan asesmen. Asesmen kata Dia, merupakan suatu tindakan penilaian untuk mengetahui kondisi residen akibat penyalahgunaan narkoba yang meliputi aspek medis dan aspek sosial. Asesmen dilakukan dengan cara wawancara, observasi, serta pemeriksaan fisik dan psikis residen.

"Kebetulan, Ketua Tim Asesmen Terpadu wilayah Batang, Pekalongan, Pemalang dan Kajen, mempunyai tugas untuk melakukan Asesmen dan analisis medis, psikososial, serta merekomendasi rencana terapi dan rehabilitasi seseorang yang ditangkap atau tertangkap tangan. Saat asesmen berlangsung kita juga libatkan anggota dari unsur Kejaksaan, Psikolog, Praktisi dari Kota Peklangan dan Anggota medis dari dokter internal penyidik," bebernya.

"Dari hasil asesmen itu, maka kita simpulkan, tidak ditemukanya keterkaitan kedua pelaku dengan sindikat narkoba. Namun dari sisi medis, ditemukan fakta bahwa keduanya kategori pecandu aktif, yang memiliki riwayat penggunaan narkoba cukup lama dengan intensitas yang cukup tinggi," tambahnya.

Sesuai dengen ketentuan Pasal 127 ayat 1 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 yang mengatur tentang pengaturan pengenaan sanksi bagi pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika, serta pasal 127 ayat 54, yang mengatur tentang rehabilitasi, kini kedua tersangka direkomendasikan untuk rehabilitasi rawat Inap.

"Sesuai ketentuan hukum tentu akan kita rehabilitasi rawat inap, namun posisi tersangka kan saat ini di Rutan, sehingga sulit untuk dilakukan. Untuk itu, hari ini kami mengirim kedua tersangka ke Balai Besar Rehabilitasi BNN di Bogor, Jawa Barat," tukasnya.

Proses rehabilitasi rawat inap itu kata Khrisna Anggara, tidak berarti menghentikan proses hukum terhadap keduanya. "Rehabilitasi yang kita berikan tidak menghalangi proses hukum. Sekali lagi proses hukum tetap berjalan," pungkasnya.

Untuk diketahui, Oknum Anggota DPRD Kota Pekalongan inisal JS, ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Rabu (1/2/2023) karena ditengarai mengkonsumi sabu. Selain membengkuk Oknum Anggota DPRD Kota Pekalongan, BNN Kabupaten Batang juga menangkap satu tersangka yang merupakan pensiunan ASN..***

wwwwww