Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
21 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
17 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
17 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
13 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
13 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
13 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Olympic

Jokowi Minta Semua Lembaga Pemerintah Dukung Keberlanjutan Media

Jokowi Minta Semua Lembaga Pemerintah Dukung Keberlanjutan Media
Presiden Jokowi (Hafidz Mubarak A/Antara Foto).
Kamis, 09 Februari 2023 13:32 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong semua pihak, termasuk lembaga pemerintah agar mendukung keberlanjutan media dalam negeri. Jokowi percaya bahwa peran media diperlukan untuk menjernihkan informasi.

Hal ini disampaikan Jokowi dalam sambutannya Puncak Peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2023 di Medan, Sumatera Utara, Kamis (9/2/2023). Jokowi sedih bahwa belanja iklan media mainstream diambil oleh platform digital asing. Jokowi mengatakan media merupakan penjernih informasi sekaligus pemberi harapan.

"Insan media arus utama, media mainstream justru sangat dibutuhkan untuk menjadi rumah penjernih informasi. Penting sekali menjadi clearing house of information, menyajikan informasi yang terverifikasi dan menjalankan peran sebagai communication of hope, yang memberi harapan kepada kita semuanya," kata Jokowi.

Media, menurut Jokowi, memiliki peran penting dalam mengamplifikasi kebenaran. Apalagi di zaman pasca-kebenaran seperti ini. "Peran utama media kini semakin penting untuk mengamplifikasi kebenaran dan menyingkap fakta terutama di tengah keganasan post-truth, pasca-fakta, dan pasca-kebenaran," tuturnya.

Melihat peran penting media ini, Jokowi ingin semua pihak mendukung keberlanjutan media dalam negeri. Dia meminta lembaga pemerintah hingga BUMN untuk mendukung keberadaan media arus utama.

"Oleh karena itu saya minta semua pihak baik pada lembaga pemerintah pusat dan daerah, BUMN, perusahaan swasta, lembaga swadaya masyarakat untuk mendukung keberadaan media arus utama," ungkapnya.

Jokowi mengatakan media memang harus melakukan inovasi agar adaptif. Namun, menurut Jokowi, media tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri. "Memang untuk bisa eksis berkelanjutan media arus utama harus melakukan inovasi-inovasi harus adaptif terhadap teknologi dan melakukan langkah-langkah strategis namun media massa tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri. Pemerintah dan semua pemangku kepentingan harus memberikan dukungan," ujarnya.***

wwwwww