Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
23 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
2
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
24 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
3
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
21 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
4
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
DKI Jakarta
20 jam yang lalu
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
5
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor, KPK Dalami Aliran Dana ke Orang Kepercayaan Nusron Wahid
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor, KPK Dalami Aliran Dana ke Orang Kepercayaan Nusron Wahid
6
12 Anggota PMR DKI Berangkat ke Jepang Ikuti Program Pertukaran Pemuda
Metropolitan
23 jam yang lalu
12 Anggota PMR DKI Berangkat ke Jepang Ikuti Program Pertukaran Pemuda
Home  /  Berita  /  Olympic

Pengobatan Berkelanjutan, Kunci Kesembuhan Ternak yang Terindikasi LSD

Pengobatan Berkelanjutan, Kunci Kesembuhan Ternak yang Terindikasi LSD
Petugas dari Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislutkanak) Batang saat mengobati ternak. (Foto: Istimewa)
Kamis, 09 Februari 2023 16:17 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

BATANG - Penanganan Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit berbenjol yang mewabah pada ternak sapi, dilakukan intensif oleh mantri ternak dari Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislutkanak) Batang, secara jemput bola.

Bagi ternak yang positif LSD, mantri akan melakukan pengobatan secara berkelanjutan dalam kurun waktu tertentu hingga kondisi tubuh ternak membaik. Mantri ternak, Widodo menerangkan, ciri paling menonjol adalah timbulnya benjolan pada kulit ternak ada pula yang disertai bengkak pada kaki.

"Hari ini ternak sapi dari Pak Wasdaan sudah diobati untuk tahap kedua. Alhamdulillah benjolan-benjolan yang keluar sudah mulai pecah, setelah diberi antibiotik luar dalam bentuk injeksi," katanya, usai memeriksa ternak sapi, di Desa Sariglagah, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Kamis (9/2/2023).

Ia menerangkan, pengobatan diberikan bagi sapi yang positif LSD. Dengan pengobatan yang disesuaikan gejala yang timbul. "Pengobatan diberikan sebanyak tiga kali hingga sembuh. Peternak juga harus menjaga kebersihan kandang, hindari ternak kontak langsung dengan lalat karena pembawa virus," tegasnya.

Dampak secara fisik yang terlihat adalah kondisi tubuh sapi yang mulai kurus. Hal itu disebabkan virus menggerogoti protein dalam tubuh sapi. "Pengobatannya kami sertakan pemberian multivitamin untuk mempercepat proses pemulihan," jelasnya.

Menjelang Idul Adha, pihak Dislutkanak mengimbau agar peternak tidak mendatangkan ternak sapi dari luar daerah. "Manfaat dulu ternak yang ada, dan selalu menjaga kebersihan kandang,” tuturnya.

Wasdaan peternak sapi dari Desa Sariglagah menyampaikan, ternaknya terindikasi positif LSD sejak tiga pekan yang lalu. "Semoga setelah diobati ternak saya bisa sehat lagi biar saat lebaran laku terjual," ujar dia.

Berdasarkan data dari Dislutkanak ternak sapi yang positif LSD sebanyak 128 ekor dan yang telah sembuh 33 ekor.***

wwwwww