Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
22 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
23 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
23 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
22 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
5
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
6
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
4 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Home  /  Berita  /  Olympic

Status Siaga Darurat Bencana Belum Dicabut, BPBD Batang Minta Semua Posko Tetap Diaktifkan

Status Siaga Darurat Bencana Belum Dicabut, BPBD Batang Minta Semua Posko Tetap Diaktifkan
Ilustrasi Tim tanggap bencana BPBD. (Foto: Istimewa)
Senin, 06 Maret 2023 17:32 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang menyatakan hingga sekarang ini belum mencabut status siaga darurat bencana, seiring masih terjadinya fenomena hidrometeorologi di daerah setempat.

Demikian diungkapkan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Batang, Ulul Azmi, Senin (6/3/2023). "Iya, sejak kami undangkan November 2022 lalu, status siaga darurat bencana belum kami cabut hingga sekarang ini. Kami masih berlakukan sampai akhir Maret 2023 ini," ujarnya.

BPBD Batang kata Dia, masih mewaspadai beberapa potensi bencana alam yang bisa timbul akibat fenomena hidrometeorologi tersebut, seperti bencana tanah longsor, banjir, dan angin kencang.

"Dalam catatan kami, pada periode akhir tahun 2022 hingga Februari 2022 lalu, wilayah Kabupaten Batang telah terjadi bencana banjir sebanyak 24 kejadian, banjir bandang 1 kejadian dan tanah Longsor 7 kejadian, serta cuaca ekstrim/angin kencang 13 kejadian," ungkapnya.

Dikatakan Ulul, dengan masih adanya potensi bencana itu, maka pihaknya meminta agar posko bencana yang ada di desa atau kecamatan untuk tetap diaktifkan hingga status siaga darurat itu dihentikan.

"Kami (Forkopimda,red) pun sampai menggelar apel siaga dua kali, pada akhir tahun 2022 dan Februari 2023 kemarin. Hal ini sebagai pengingat dan bentuk kesiapsiagaan kami bersama para relawan dalam menghadapi ancaman bencana yang ada di Batang ini," katanya.

Ulul pun mengimbau kepada masyarakat agar selalu memperbaharui informasi cuaca untuk mengantisipasi bencana yang bisa terjadi di daerahnya. "Kami mohon kepada masyarakat agar selalu update mengenai informasi cuaca. Masyarakat bisa membuka kanal BMKG, kemudian juga bisa cek medsos, dan laman lainnya yang menyediakan informasi perkiraan cuaca," katanya.

Menurutnya, cuaca ekstrim masih akan terjadi hingga akhir Maret 2023 ini. Ia pun memperkirakan pergantian musim baru akan berlangsung pada April nanti. "Perkiraan kami antara April Mei sudah masuk musim kemarau. Dan biasanya musim kemarau ini terjadi hingga September Oktober nanti," terangnya.

Adapun dikatakan Ulul, pada musim kemarau nanti pihaknya juga mewaspadai potensi bencana kekeringan. Di mana ada empat kecamatan yang menjadi langganan bencana tersebut "Potensi kekeringan pasti ada. Kami mendeteksi di beberapa kecamatan, seperti Bandar (Tumbrep dan Wonokerto), Banyuputih, Gringsing, dan Subah," ujarnya.

BPBD, ditambahkan Ulul, akan mempersiapkan upaya penanganan bencana kekeringan itu, dengan menyiagakan truk tangki untuk melakukan droping air.***

wwwwww