Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
23 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
22 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
20 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
4
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
23 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
5
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
20 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
6
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Sepakbola
20 jam yang lalu
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Wakapolres Batang: Sepakbola Tak Sekedar Olahraga, Tapi Seni

Wakapolres Batang: Sepakbola Tak Sekedar Olahraga, Tapi Seni
Wakapolres Batang, Kompol Raharja. (Foto: GoNews)
Jum'at, 17 Maret 2023 11:39 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
BATANG - Sepak bola bukan hanya sekedar olahraga. Tapi sepakbol juga merupakan seni karena keindahan yang dapat menjadi hiburan bagi setiap yang menyaksi kegesitan seorang pemain dalam berlari mengejar dan menggiring bola untuk dilesakkan ke gawang lawan.

Demikian diungkapkan Wakapolres Kompol Raharja usai menyaksikan laga final turnamen mini sepakbola antara PS Polres Batang vs PS PGRI, Jumat (17/3/2023) di Stadion Moh Sarengat Kabupaten Batang.

"Sepakbola itu adalah seni, bukan sekedar tendang sana-sini. Sepak bola bukan hanya sekadar mencetak gol dan selebrasi. Lebih dari itu, sepak bola adalah orkestrasi si kulit bundar yang melibatkan sebelas pemain," ujar Kompol Raharja.

GoNews.co Foto bersama PS Polres dan PS
Foto bersama PS Polres dan PS PGRI. (Foto: GoNews)

Ia berharap, agar para pemain mendedikasikan dirinya untuk menyempurnakan seni bermain sepakbola. "Pemain terus berlatih untuk meningkatkan kemampuannya hingga titik maksimal. Selain berlatih fisik, latihan taktik tak kalah pentingnya. Para pesepak bola saat ini harus benar-benar mempelajari inti dari permainan sepak bola dan mengejawantahkannya saat bermain di lapangan," tandasnya.

Terkait dengan turnamen mini yang melibatkan jajaran Polres, Kodim, PGRI dan Forkopimda Batang kata Raharja, adalah merupakan langkah awal sinergitas antar instansi yang ia harapkan semakin kompak dan semakin menyatu.

GoNews.co Tim PS Polres Batang. (Foto:Go
Tim PS Polres Batang. (Foto:GoNews)

"Ini merupakan langkah awal. Mudah-mudahan kedepan semakin banyak instansi yang terlibat. Bisa jadi kalau semua dilibatkan sampai tingkat desa, nantinya akan muncul bibit-bibit pemain sepakbola yang handal dan bisa jadi atlet yang berkecimpung di tingkat nasional," tukasnya.

Saat dimintai komentar terkait kekalahan PS Polres Batang dari PS PGRI, Kompol Raharja dengan senyum menjawab, bahwa turnamen ini tidak semata-mata mencari siapa yang menang dan siapa yang kalah.

"Secara umum ini kan cuma untuk merayakan HUT ke 57 Kabupaten Batang. Jadi turnamen ini semangatnya sama, yakni untuk menjalin silaturahmi sekaligus meningkatkan sinergitas antar instansi," pungkasnya.

Untuk diketahui, PS Polres Batang berhasil meraih tiga point penuh usai mengalahkan PS Kodim dengan skor 3-1. Namun, PS Polres akhirnya gagal juara setelah dikalahkan PS PGRI dengan skor tipis 1-0. ***

wwwwww