Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
20 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
21 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
21 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
20 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
5
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
6
MA Batalkan Suket Gibran, Mulyanto Minta DPR Segera Bentuk Pansus
Nasional
21 jam yang lalu
MA Batalkan Suket Gibran, Mulyanto Minta DPR Segera Bentuk Pansus
Home  /  Berita  /  Beladiri

Kompolnas Minta Warga dan Media Ikut Awasi Keluarga Polri yang Doyan Flexing

Kompolnas Minta Warga dan Media Ikut Awasi Keluarga Polri yang Doyan Flexing
Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarti. (Foto: Istimewa)
Selasa, 21 Maret 2023 16:38 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Masyarakat dan media diminta turut aktif mengawasi keluarga anggota Polri yang gemar memamerkan gaya hidup mewah alias flexing di media sosial.

Ajakan itu disampaikan oleh anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarti, menyikapi maraknya gaya hidup mewah keluarga anggota Polri, terutama di kalangan perwira tinggi.

"Kompolnas akan terus menerus mengawasi hal tersebut, serta mengajak seluruh masyarakat termasuk media untuk membantu melakukan pengawasan," kata Poengky, Selasa (21/3).

Untuk internal Polri, Kompolnas mendorong agar pimpinan, seluruh anggota, dan keluarga perlu menggelorakan kembali reformasi kultural. Reformasi kultural bukan hanya saat bekerja tapi juga saat bersosial dengan konsisten untuk hidup sederhana.

Di sisi lain, Poengky tak menampik masih banyak anggota serta keluarga Polri yang hidup dalam kesederhanaan dan berbaur dengan masyarakat. Namun, gara-gara satu kasus, banyak anggota Polri lain yang ikut terdampak. Ibarat, karena nila setitik rusak susu sebelanga.

"Memang tidak semua anggota Polri bergaya hidup mewah karena gaji anggota Polri kecil, contohnya para Tamtama dan Bintara. Tetapi mereka ikut terdampak dan dianggap ikut bergaya hidup mewah, padahal kesejahteraan mereka sangat kecil," tandas Poengky.***

wwwwww