Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
5 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
5 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
5 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
5 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Sindir Mahfud Dalang Polemik TPPU di Kemenkeu, PDIP Lagi Lawan Rezim?

Sindir Mahfud Dalang Polemik TPPU di Kemenkeu, PDIP Lagi Lawan Rezim?
Politisi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan. (Foto; Istimewa)
Jum'at, 24 Maret 2023 19:38 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Singgungan politisi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan yang diduga mengarah kepada Menko Polhukam, Mahfud MD, soal kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dinilai sebagai sindiran ke kelompok penguasa.

Hal tersebut disampaikan Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie menanggapi pernyataan Arteria, yang menyebut data temuan TPPU sejumlah Rp 349 triliun di Kemenkeu seharusnya tidak diungkap oleh penerima dokumen TPPU. "Saya mau tantang Arteria Dahlan melaporkan Mahfud MD yang membuka dugaan TPPU Rp 349 triliun,” ujar Jerry, Jumat (24/3/2023).

Pasalnya, Jerry menilai sindiran Arteria itu seolah-olah berupa ancaman terhadap pejabat negara. Karena, Arteria menyingggung tentang pidana penjara paling lama 4 tahun bagi pelanggar Pasal 11 UU 8/2010 tentang TPPU.

"Jangan hanya bicara doang. Saya lihat politisi ini (Arteria) mulutnya lebih gede dari otaknya. Kerap omonganya blunder dan dia tak pernah pikir konsekuensi narasinya itu,” tutur Jerry.

“Apa dia bisa dan mampu menjebloskan Mahfud MD ke penjara. Kan dia menyebut yang membocorkan rahasia tersebut bisa di pidana selama 4 tahun,” sambungnya menegaskan.

Bunyi Pasal 11 ayat (1) UU TPPU menyebutkan, pejabat atau pegawai PPATK, penyidik, penuntut umum, hakim, dan setiap orang yang memperoleh dokumen atau keterangan dalam rangka pelaksanaan tugasnya menurut UU 8/2020, wajib merahasiakan dokumen atau keterangan tersebut, kecuali untuk memenuhi kewajiban menurut UU 8/2010.

Namun, Jerry mengaitkan singgungan Arteria itu sebagai cerminan iklim politik jelang Pemilu Serentak 2024. Dimana, doktor komunikasi politik America Global University ini menduga, ada permasalahan di lingkaran rezim pemerintahan. "Kan aneh, Jokowi didukung PDIP dan Mahfud MD Menteri Jokowi. Bukankah ini perlawanan terhadap pemerintah,” tuturnya.

“Jadi bisa terjadi goverment war atau perang dalam pemerintahan Jokowi," pungkasnya.***

wwwwww