Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
18 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
18 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
18 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
18 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
17 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Bagi Jaringan Nasional, Anies Kalah Jika Gandeng AHY adalah Opini Sesat

Bagi Jaringan Nasional, Anies Kalah Jika Gandeng AHY adalah Opini Sesat
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Anies Baswedan. (Foto: istimewa)
Minggu, 26 Maret 2023 23:48 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Penilaian yang menyebut bakal calon presiden (Bacapres) dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan akan menelan kekalahan jika ngotot berpasangan dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) adalah asumsi yang prematur

Begitu kata Pendiri Jaringan Nasional (JN) Aam Sapulete yang belakangan mendapat laporan banyak opini sesat yang diedarkan pihak-pihak tertentu, bahwa Anies akan kalah jika berpasangan dengan AHY.

Menurutnya, AHY bersama Partai Demokrat tidak boleh dipandang sebelah mata. Partai Demokrat di bawah kepemimpinan AHY telah banyak mencetak prestasi. Misalnya, Partai Demokrat yang memberikan kontribusi kemenangan bagi Khofifah di Pemilihan Gubernur Jawa Timur.

"Padahal saat itu, lawannya Saifullah Yusuf adalah petahana yang sudah mempunyai basis dukungan kuat. Tapi berkat kesolidan Partai Demokrat dan partai pendukung lainnya, Khofifah akhirnya memenangkan Pilkada Jatim 2018," jelas Aam.

Kontribusi Partai Demokrat juga terlihat pada kemenangan Anies-Sandi di Pilkada DKI 2017. AHY yang sempat menjadi rival Anies, justru berbalik mendukung pada putaran kedua. "Saya kira, Anies akan mempertimbangkan semua dimensi secara objektif dan proporsional sebelum kemudian memutuskan calon pendampingnya," tandas Aam.***

wwwwww