Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
24 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
24 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
23 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
24 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
23 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
23 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Bukan Soal Israel, Jurnalis Inggris Bocorkan Alasan FIFA Coret Indonesia jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Bukan Soal Israel, Jurnalis Inggris Bocorkan Alasan FIFA Coret Indonesia jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20
Tangkap layar Twitter. (Foto: Istimewa)
Minggu, 02 April 2023 20:23 WIB
JAKARTA - Keputusan FIFA mencoret Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 mendapat sorotan dari jurnalis sepak bola asal Inggris, Rob Harris.

Melalui akun Twitter miliknya, Rob Harris yang menulis untuk Sky News, membocorkan alasan FIFA mencoret Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.

"FIFA merasa Indonesia tidak akan siap, berdasar inspeksi yang dilakukan, itu salah satu faktor pembatalan Piala Dunia U20 di sana (Indonesia) - sementara perdebatan soal keikutsertaan Israel juga masih terjadi," tulis Harris, seperti dikutip redaksi, Minggu (2/4/2023).

Sebelum diumumkan pembatalan, FIFA telah melakukan inspeksi terakhir terhadap kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 21-27 Maret lalu.

FIFA tidak menyebut faktor penolakan kehadiran Israel sebagai penyebab pencoretan itu.

Dalam situs resminya, FIFA justru menyinggung tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Oktober 2022. Kala itu, kerusuhan memuncak akibat tembakan gas air mata dan menyebabkan 132 orang meninggal dunia.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Non Olympic, Sepakbola, DKI Jakarta
wwwwww