Cabuli Puluhan Santriwati, Pengasuh Ponpes di Batang Modus Nikah Siri Tanpa Saksi
![]() |
| Petugas kepolisian saat melakukan Olah TKP. (Foto: istimewa) |
Penulis: Muslikhin Effendy
BATANG - Aksi tidak terpuji oknum Pengasuh Pondok Pesantren di Bandar Kabupaten Batang, dibongkar santrinya sendiri. Oknum pengasuh pondok pesantren di Wonosegoro, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang itu, diduga telah melakukan pencabulan terhadap puluhan santriwatinya.
Salah satu korban inisal S (16) mengaku sudah tiga kali mendapat perlakuan tidak senonoh oleh sang pengasuh. "Tiga kali pak," ujarnya saat ditemui di Mapolres Batang, Minggu malam.
Modusnya sendiri kata Dia, Sang Pengasuh memilih santriwati yang cantik dan dipanggil ke salah satu ruangan. "Dipanggil langsung dibilang kamu masa depannya gak bagus, supaya kamu gak sial kamu harus mau saya nikahin," ceritanya.
Saat kejadian Ia tidak bisa menolak. Pasalnya sang Kyai langsung mengajak salaman dan mengucapkan ijab kabul nikah. "Iya nikahin, tapi cuma berdua tanpa saksi," ceritanya.
Atas kejadian tersebut, belasan santri sudah resmi melaporkan oknum tersebut ke Mapolres Batang. Puluhan polisi pun akhirnya diterjunkan untuk melakukan penggeledahan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kepolisian membawa sejumlah barang bukti seperti alas lantai, beberapa pakaian hingga kasur.
Proses olah TKP berlangsung mulai 08.30 hingga 13.30, dan saat ini pelaku sudah diamankan di Polres Batang. Tidak hanya kepolisian tampak juga sejumlah petugas dari Dinas Kesehatan dan Tim Dokkes Polres Batang yang melakukan visum terhadap santriwati ponpes tersebut.
"Terkait kasus tersebut benar terjadi, saat ini masih dalam penyelidikan kami, untuk selanjutnya kalau sudah terang benderang akan kami sampaikan, tunggu ya akan ada pers rilis," tutur Kapolres Batang AKBP Saufi Salamun melalui Kasihumas Polres Batang, AKP Busono, Rabu (5/4/2023).
Sementara itu, Kades Wonosegoro, Solichin membenarkan ada penyitaan barang bukti oleh kepolisian. Ia menjadi saksi dan melihat ada penyitaan sekitar 12 barang bukti. Solichin mengatakan tidak begitu kenal dengan oknum pengasuh pondok pesantren tersebut, dan hanya bertemu ketika pengasuh salat jumat.
"Santrinya dari luar semua, warga sini gak ada yang mondok di sini, rata rata dari luar dari daerah batang Pekalongan, kebanyakannya Pekalongan, Kajen," ucapnya.
Pihak warga enggan memondokkan anaknya di ponpes itu karena tidak boleh pulang, seluruh santri harus tinggal di pondok meski rumahnya di sebelah ponpes.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada Minggu (2/4/2023) malam ada lima santriwati yang melapor lalu pada Senin (3/4/2023) bertambah delapan santriwati yang melapor dan kemungkinan masih bertambah.***
| Kategori | : | Olympic, Beladiri, Jawa Tengah |













