Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
13 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
24 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
3
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
15 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
4
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
9 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
5
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
22 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
6
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Sepakbola
22 jam yang lalu
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Terkait Rumor Pelanggaran Etik FIFA, Prof. Amali Beri Klarifikasi

Terkait Rumor Pelanggaran Etik FIFA, Prof. Amali Beri Klarifikasi
Wakil Ketua Umum I PSSI, Prof Zainudin Amali. (Istimewa)
Jum'at, 07 April 2023 18:51 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) PSSI I Prof. Zainudin Amali mengklarifikasi rumor yang ada terkait pelanggaran etik FIFA yang dialamatkan kepadanya sehingga badan sepakbola Dunia itu mencabut Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia U20 2023.

Rumor itu menyebutkan bahwa Indonesia dianggap melakukan tiga pelanggaran etik FIFA serius, dimana salah satunya adalah datang dari sikap mantan Menpora itu yang mendahului FIFA dalam mengumumkan bahwa Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U20. Padahal, menurutnya, statement tersebut terjadi pada tahun 2020, tepatnya beberapa bulan sebelum FIFA memutuskan penundaan ajang tersebut ketahun 2023, karena saat itu sedang pandemi Covid-19 tengah meninggi.

"Mereka cuma kasih tahu, tolong sabar dulu, jangan bicara apa-apa dulu, karena memang waktu itu saya menyampaikan kepada publik bahwa kita harus mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah FIFA World Cup U20/2021. Kejadian itu pada tahun 2020, beberapa bulan sebelum FIFA memutuskan penundaan Piala Dunia tersebut ke tahun 2023, karena saat itu sedang meningginya pandemi Covid-19," ucap Waketum I PSSI Prof. Zainudin Amali dalam klarifikasinya kepada awak media, Kamis (6/4/2023).

"Waktu itu logo dan maskotnya belum di launching, saya melalui PSSI diminta untuk diingatkan jangan bicara dulu tentang persiapan. Tunggu launching maskot dan logo. Itu saja dan hal tersebut bukan melanggar etika dalam statuta FIFA. Mereka cuma kasih tahu, tolong sabar, jangan bicara apa-apa dulu," tambahnya.

Menpora periode 2019-2023 itu pun menyebut jika apa yang dilakukannya dulu bukanlah sebuah pelanggaran etika. "Kalau pelanggaran etika kan ada dalam statuta FIFA. Jadi alasannya karena situasi kita yang panas menolak Israel, bukan karena saya dianggap melanggar etika. Dan itu kejadian tahun 2000," ungkapnya.

Lebih lanjut ia pun menggambarkan bahwa FIFA itu organisasi yang tidak bisa diintervensi. "Apalagi diminta untuk lobi-lobi pindahkan Israel main ke Singapura," tuturnya.

Selain pelanggaran etik dari FIFA yang ditujukan kepada Zainudin Amali, rumor itu pun menyebut pelanggaran etik datang berkaitan dengan ditunjuknya Arya Sinulingga sebagai EXCO PSSI, namun tidak menjelaskan alasan mengapa jadinya Arya sebagai EXCO PSSI dianggap menjadi masalah bagi FIFA.

Serta, masih menurut rumor, FIFA semakin geram karena PSSI melalui Arya mengumumkan lebih dulu bahwa FIFA membatalkan drawing Piala Dunia U-20 yang semestinya digelar pada 31 Maret 2023 di Bali.

"Yang ketiga, ketika Pak Arya Sinulingga itu mengumumkan bahwa drawing batal, ini tanpa dihadiri FIFA, enggak ada suratnya sekarang dari fifa, inilah yang menciptakan ekslasi besar," menurut rumor yang ada tersebut. ***

wwwwww