Peneliti Kampus Jawab Kegaduhan Netizen soal Lambatnya Pengiriman Belanjaan Online
![]() |
| Ilustrasi belanja online. (foto: ist. via tribunnewscom) |
Penulis: Eki Baehaki
Untuk menggunakan metode saving matrix, menurut Gita, pertama-tama harus menghitung jarak antara gudang dengan masing-masing lokasi pelanggan. "Kemudian jika ditemukan lokasi pelanggan yang berdekatan, maka rute pengantaran logistik dapat digabungkan sehingga dapat menghemat waktu dan biaya pengiriman barang," terangnya sebagaimana dikutip GoNEWS.co.
Metode saving matrix tersebut harus dilaraskan dengan metode nearest insert , yang merupakan metode perhitungan jarak tempuh dari gudang pengantaran, rute pengiriman barang hingga kembali ke gudang. Melalui elaborasi metode saving matrix dan nearest insert pemangkasan 8 rute menjadi 5 rute dapat turut memangkas waktu pengiriman.
"Jika semula 8 rute membutuhkan waktu 21 jam 30 menit, dengan menggunakan saving matrix dan nearest insert dapat diringkas menjadi 14 jam 17 menit. Jadi hanya membutuhkan satu hari untuk pengiriman sebanyak 6 rute," tambah Gita.
Kedua metode itu, disebut telah terbukti dapat memberikan rute yang lebih efektif dan efisien.
Sebelumnya, jagat maya diramaikan keluhan netizen +62 tentang lebih lamanya pengiriman barang pesanan dari olshop (online shop). Misalnya akun @drmatica yang bercuit paketnya belum kunjung tiba sejak dipesan 4 April lalu. Ada juga netizen @convomfs yang wanti-wanti agar tak usah pesan barang dulu karena barang pesanannya terhambat dikirim.
Namun tak sedikit juga netizen yang memahami 'perjuangan' kurir paket dalam kondisi melonjaknya pesanan. Akun @msftbiscuits memaklumi keterlambatan karena overload, bahkan kurir masih mengantar hingga larut malam. Senada, @babayb_ bersimpati dan menyemangati kurir yang mengirimkan pesanannya hingga pkl. 22.***
| Editor | : | Muhammad Dzulfiqar |
| Kategori | : | PON, Ekonomi, DKI Jakarta |













