Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
20 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
13 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
11 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
20 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
5
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
13 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
6
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
13 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Home  /  Berita  /  PON

Peneliti Kampus Jawab Kegaduhan Netizen soal Lambatnya Pengiriman Belanjaan Online

Peneliti Kampus Jawab Kegaduhan Netizen soal Lambatnya Pengiriman Belanjaan Online
Ilustrasi belanja online. (foto: ist. via tribunnewscom)
Jum'at, 21 April 2023 22:23 WIB
Penulis: Eki Baehaki
JAKARTA - Gita Kurnia, peneliti dan dosen Program Studi Teknik Logistik salah satu universitas di tanah air merumuskan metode yang dapat menghemat rute pengiriman logistik. Pernyataan tertulis yang diterima pada Jumat (21/4/2023), menyebut, metode yang disebut saving matrix dan nearest insert ini dimaksudkan untuk menjawab kendala lambatnya pengiriman barang pesanan dari olshop (online shop) di masa Lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah.

Untuk menggunakan metode saving matrix, menurut Gita, pertama-tama harus menghitung jarak antara gudang dengan masing-masing lokasi pelanggan. "Kemudian jika ditemukan lokasi pelanggan yang berdekatan, maka rute pengantaran logistik dapat digabungkan sehingga dapat menghemat waktu dan biaya pengiriman barang," terangnya sebagaimana dikutip GoNEWS.co.

Metode saving matrix tersebut harus dilaraskan dengan metode nearest insert , yang merupakan metode perhitungan jarak tempuh dari gudang pengantaran, rute pengiriman barang hingga kembali ke gudang. Melalui elaborasi metode saving matrix dan nearest insert pemangkasan 8 rute menjadi 5 rute dapat turut memangkas waktu pengiriman.

"Jika semula 8 rute membutuhkan waktu 21 jam 30 menit, dengan menggunakan saving matrix dan nearest insert dapat diringkas menjadi 14 jam 17 menit. Jadi hanya membutuhkan satu hari untuk pengiriman sebanyak 6 rute," tambah Gita.

Kedua metode itu, disebut telah terbukti dapat memberikan rute yang lebih efektif dan efisien.

Sebelumnya, jagat maya diramaikan keluhan netizen +62 tentang lebih lamanya pengiriman barang pesanan dari olshop (online shop). Misalnya akun @drmatica yang bercuit paketnya belum kunjung tiba sejak dipesan 4 April lalu. Ada juga netizen @convomfs yang wanti-wanti agar tak usah pesan barang dulu karena barang pesanannya terhambat dikirim.

Namun tak sedikit juga netizen yang memahami 'perjuangan' kurir paket dalam kondisi melonjaknya pesanan. Akun @msftbiscuits memaklumi keterlambatan karena overload, bahkan kurir masih mengantar hingga larut malam. Senada, @babayb_ bersimpati dan menyemangati kurir yang mengirimkan pesanannya hingga pkl. 22.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww