Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
9 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
12 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
6 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
11 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Nasional

Libur Lebaran: Kemacetan di Jalur Padang-Bukittinggi Tak Teratasi, Pengendara Kecewa dengan Sistem One Way

Libur Lebaran: Kemacetan di Jalur Padang-Bukittinggi Tak Teratasi, Pengendara Kecewa dengan Sistem One Way
Senin, 24 April 2023 02:24 WIB
BUKITTINGGI – Selama libur Lebaran, sistem one way atau satu jalur Padang-Bukittinggi, Sumatera Barat, diterapkan, namun hasilnya tak seindah harapan.

Pengendara merasa frustasi karena tak ada perubahan signifikan dibandingkan dengan situasi tahun-tahun sebelumnya. Kemacetan masih menjadi momok menakutkan.

"Saat ujicoba, program itu memang terlihat efektif, namun saat Lebaran ternyata tidak begitu memberi efek yang signifikan terhadap penanggulangan kemacetan," ungkap Angga (33), salah seorang pengendara yang merasa kecewa.

Menurutnya, sistem one way justru menimbulkan persoalan baru yang membuat kemacetan semakin parah.

Ali Rusyid (42), pengendara lain yang mengalami kemacetan, juga mengungkapkan kekecewaannya. Menurut Ali, sistem one way malah memperburuk situasi lalu lintas karena tingginya volume kendaraan.

"Pertama jalurnya kecil, kedua volume kendaraan sangat tinggi. Dari hal itu saja bisa kita nilai bahwa one way tidak tepat," ujar Ali.

Ali menyarankan agar jalur alternatif dioptimalkan guna mengatasi kemacetan dengan lebih baik.

"Sebaiknya dioptimalkan saja jalur alternatif. Itu lebih baik, mengingat Bukittinggi ini jalur perlintasan ke banyak daerah," pungkasnya.

Tomi Utama, Petugas Dishub Bukittinggi yang bertugas di Posko Pengaturan Lalin Padang Lua, mengatakan kepadatan arus terjadi sejak pukul 15.00 WIB.

"Kepadatan kendaraan mulai terjadi sejak pukul 15.00 WIB dan memuncak usai One Way," ungkap Tomi. Petugas Kepolisian tampak sangat sibuk mengatur lalu lintas, terutama di Simpang Padang Lua.

Sebelumnya, pihak Kepolisian dan Pemprov Sumbar meminta masyarakat untuk memahami kebijakan ini dengan tujuan agar masyarakat tidak menghabiskan waktu di jalanan karena macet saat bersilaturahmi Lebaran.

Namun, ternyata sistem one way belum mampu memberikan solusi yang efektif atas kemacetan yang terjadi di jalur Padang-Bukittinggi. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:harianhaluan.id
Kategori:Nasional, Sumatera Barat
wwwwww