Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
7 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
7 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Tandingi Ganjar, Duet Prabowo-Anies Berpotensi Menang Pilpres 2024

Tandingi Ganjar, Duet Prabowo-Anies Berpotensi Menang Pilpres 2024
Ilustrasi Prabowo- Anies. (Foto: istimewa)
Rabu, 03 Mei 2023 13:59 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Duet Prabowo Subianto dan Anies Baswedan berpotensi menjadi pasangan capres-cawapres yang menantang elektabilitas Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Hal ini diprediksi oleh Peneliti Senior Surabaya Consulting Group (SCG), Arif Budi Santoso.

Menurutnya, pendukung kedua tokoh tersebut memiliki persimpangan yang signifikan dan bisa bergabung untuk menantang elektabilitas Ganjar yang terus naik.

"Dengan membaca tren elektabilitas Ganjar semacam itu, bisa dimungkinkan ada pergeseran kesadaran di antara kubu Prabowo dan Anies untuk mengonsolidasikan diri guna menantang Ganjar dengan melahirkan duet Prabowo-Anies. Hitung-hitungan itu dimungkinkan, sehingga terjadi konsolidasi di antara pendukung Prabowo dan Anies yang sebenarnya sedikit beririsan," ujar Arif kepada wartawan, Rabu (03/5/2023).

Arif menuturkan angka elektabilitas Ganjar berpotensi terus meningkat karena tingkat popularitasnya belum seoptimal Prabowo dan Anies. Angka popularitas Ganjar di sejumlah survei baru berkisar 80 persen, sedangkan Prabowo dan Anies sudah di atas 90 persen.

Potensi duet antara Prabowo Anies juga bisa jadi ada hubungannya dengan pertemuan antara Prabowo dengan Jusuf Kalla. Belum diketahui secara spesifik isi pertemuan itu. Namun, bisa jadi membahas soal koalisi dan duet antara Prabowo dan Anies.

Diketahui bahwa JK merupakan sosok yang sejak lama meberikan dukungan kepada Anies, misalnya dalam Pilgub DKI jakarta lalu. Di Pilpres 2024, JK juga bahkan sudah mengusulkan sejumlah nama untuk menjadi cawapres Anies. Namun, nama-nama tersebut masih dalam pembahasan partai pendukung Anies, antara lain NasDem, PKS, dan Demokrat.

Di sisi lain, Arif berkata pencalonan Ganjar Pranowo sebagai game changer pembuka dari semua permainan catur politik Pilpres 2024. Arif mengatakan bahwa Ganjar telah mengubah skenario-skenario, baik itu skenario Koalisi Indonesia Bersatu (PPP, Golkar, PAN), Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (Gerinda dan PKB), bahkan Koalisi Perubahan (NasDem, PKS, Demokrat).

Lebih dari itu, dia berkata kebutuhan konsolidasi internal partai politik untuk mengamankan suara pemilihan legislatif 2024 merupakan salah satu variabel penting dalam penentuan capres-cawapres.

Arif mencontohkan, majunya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pilpres akan mengonsolidasikan kekuatan Demokrat, sehingga suaranya akan aman. "Dengan kalkulasi politik semacam itu, bandul politik bisa terus berubah. Caturnya masih terus dimainkan, sembari tentu harus menghitung presidential threshold," ujar Arif.***

wwwwww