Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Kriminal

DPR Minta Oknum Penegak Hukum Nakal Dipidana

DPR Minta Oknum Penegak Hukum Nakal Dipidana
Legislator PDIP Johan Budi dihadapan para hakim Pengadilan Tinggi se-Jawa Timur di Surabaya, Kamis, 11 Mei 2023. (gambar: ist./dpr)
Senin, 15 Mei 2023 12:59 WIB
JAWA TIMUR - Legislator Komisi Hukum DPR RI dari PDIP Johan Budi mendorong penerapan sanksi pidana pada para oknum penegak hukum nakal. Demikian siaran palemen yang dibaca pada Senin (15/5/2023).

"Masih ada hakim-hakim yang nakal, yang coba memeras. Tentu harus dilaporkan ke Ketua PT atau Ketua MA. Mereka memperdagangkan kasus. Anggaran (untuk insentif) memang perlu ditingkatkan, tapi kredibilitas dan integritas juga perlu ditingkatkan," kata Johan di hadapan para hakim Pengadilan Tinggi se-Jawa Timur di Surabaya, Kamis lalu.

Baca Juga: Viral Ada Nama Johan Budi dan Bambang Pacul Beri Gift ke Member JKT48 

Baca Juga: Tak Terima di Sanksi PDIP Soal Pembentukan Dewan Kolonel, Johan Budi: Salah Saya Apa? 

Politisi PDI-Perjuangan itu, menambahkan, insentif bagi para penegak hukum memang perlu diberikan secara ideal. Insentif diberikan per perkara yang ditangani. Dengan insentif itu, diharapkan perbuatan tercela bisa dikurangi. Di pengadilan, misalnya, kasus-kasus tanah biasanya mengundang kerawanan suap antara penegak hukum dan yang berperkara.

Diungkapkan Johan, para penegak hukum yang menangani sengketa tanah, biasanya bertransaksi di luar gedung pengadilan. Isu ini jadi perhatian mantan juru bicara KPK tersebut. "Pada kasus-kasus sengketa tanah, biasanya mereka minta di luar gedung pengadilan. Ini harus dibarengi dengan integritas para hakim yang menangani perkara," tutupnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Beladiri, Nasional, Kriminal, Badminton, DKI Jakarta, Jawa Timur
wwwwww