Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
11 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
11 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
12 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
12 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
8 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  PON

Ahli IT Miris dengan Pendapatan Driver, Gojek Jawab Begini

Ahli IT Miris dengan Pendapatan Driver, Gojek Jawab Begini
Tampilan order di aplikasi Gojek dalam unggahan Teguh Aprianto. gambar: Ist./Twitter/@secgron)
Rabu, 17 Mei 2023 18:58 WIB
JAKARTA - Ahli IT (Information Technology) Teguh Aprianto mengaku miris dengan pendapatan driver ojol (ojek online) Gojek dan mempertanyakan skema bagi hasil driver dengan perusahaan Gojek. Sikap Teguh ini diketahui dari unggahannya di akun twitter @secgron yang dipantau Rabu (17/5/2023).

Dalam cuitannya Teguh bertutur, mulanya dia memesan jasa Gojek lalu mendapat notifikasi bahwa driver harus mengantar order pelanggan lain terlebih dahulu.

Baca Juga: Gegara Merek GoTo, Gojek dan Tokopedia Digugat Rp1,8 T 

Baca Juga: Di depan CEO dan Direksi Tokopedia, Gojek, Bukalapak, Shopee, Intan Fauzi Minta 'Balas Budi' Hubungkan UMKM Dengan Industri Besar

"Gue awalnya pas dapat notif kalau driver harus nganterin orderan ke alamat yg pertama dulu senang, karena mikirnya driver bakalan dibayar 2 kali. Eh pas bapaknya datang & tau kalau dia cuma dapat Rp. 2.800 padahal gue bayar untuk delivery itu normal Rp. 13.000 malah jadi miris," kata Teguh sebagaimana dikutip GoNEWS.co.

"Di orderan kedua driver cuma dapat Rp. 2.800 dari Rp. 13.000. Ini benar kalian begini
@gojekindonesia?" tanya Teguh.

Baca Juga: Jadi Pesaing GoJek dan Grab, AirAsia Luncurkan Super App, Mulai Taksi Online Hingga Fintech 

Baca Juga: Gojek Semakin Aman dengan Fitur Verifikasi Muka Mitra Driver 

Teguh bertutur, yang ditugaskan untuk pengantaran ke 2 alamat itu driver, driver juga yang menunggu 2 orderan tersebut. "Seharusnya driver dapat bayaran normal di kedua orderan tersebut."

"Masa yang pertama doang dibayar normal lalu di orderan kedua platform ngambil bagian sampai lebih dari 78%?" tukas Teguh.

Teguh melanjutkan tanyanya, "Dari resto kalian udah ambil bagian 20% + Rp. 1000 per transaksi. Dari driver 20%. Lalu dari customer udah dibeban platform fee. Masih kurang sampai harus mengambil bagian driver yg pickup double order?"

Menjawab pertanyan-pertanyaan Teguh, @gojekindonesia menjawab, doble pickup sebagaimana yang dialami Teguh diberlakukan untuk efisiensi.

"Hi Kak, untuk menjaga keseimbangan jumlah driver dan tingkat pesanan pada jam tertentu, order pelanggan digabung bersama order lain yang berdekatan secara lokasi agar mitra driver juga dapat menjalankan order lebih efisien dari segi waktu. (1)" jawab @gojekindonesia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, DKI Jakarta
wwwwww