Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
12 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
13 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Beladiri

Soal Kejahatan Scam, Ahli IT Sebut 'Tolol' Respons Polisi

Soal Kejahatan Scam, Ahli IT Sebut Tolol Respons Polisi
Ilustrasi scam. (gambar: ist. via romancescamsnow.com)
Rabu, 17 Mei 2023 20:47 WIB
JAKARTA - Ahli IT (Information Technology) Teguh Aprianto dalam cuitannya melalui akun Twitter @secgron yang dipantau Rabu (17/5/2023), menyebut tolol respons polisi terhadap aduan korban kejahatan scam.

"Ini adalah salah satu korbannya dan lagi-lagi polisi memberikan respons tolol ketika korban membuat laporan" cuit @secgron sebagaimana dikutip GoNEWS.co di Jakarta.

Baca Juga: Dengan Call Center 110, Kini Masyarakat Batang Makin Mudah Lapor Polisi 

Baca Juga: Karyawati Diduga 'Dilecehkan', Legislator Gerindra ke Kantor Polisi 

Cuitan @secgron itu merupakan respons atas cuitan @Giarsyahsyifa yang mengaku sebagai korban scam.

"AKU KENA SCAM ONLINE HABIS 21 JT. Sampe sekarang msh acting belum sadar dan msh komunikasi sm komplotan penipunya, udah lapor polisi tp belum ada tindakan apa2 selain hrs nunggu 14 hari. Please baca! pelakunya msh berkeliaran cari korban.. jangan ada yg kena lagi," cuit akun @Giarsyahsyifa.

Baca Juga: Ahli IT Miris dengan Pendapatan Driver, Gojek Jawab Begini 

Baca Juga: Anca Golkar Pastikan Komitmen DPR Bahas 'Perampasan Aset' 

Mengenai kejahatan scam ini, Teguh sempat mengunggah tangkapan layar chat whatsapp berisi ajakan menggiurkan dari terduga para pelaku scam.

"Ini modus penipuan baru. Setelah melakukan tugas yg mereka berikan, nanti benar kamu akan ditransfer. Tapi itu cuma utk memancing calon korbannya. Setelah ditransfer mereka akan memasukkan kamu ke group telegram & diminta utk deposit dgn iming-iming bonus. Korbannya udah banyak." cuit Teguh.

Menurut Teguh, pelakunya adalah sindikat yang beroperasi menggunakan banyak rekening dan nomor WhatsApp.

"Jika kamu melakukan deposit pertama maka akan ada deposit kedua, ketiga & seterusnya. Hati-hati, jangan sampai kamu atau orang terdekat jadi korban dan kalian sebaiknya kerja @CCICPolri" cuit Teguh.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww