Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
6 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
5 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
5 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Kemenpora
12 jam yang lalu
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Home  /  Berita  /  Olympic

Ketua LBH HKTI Bela Rebecca Klopper dalam Kasus Video Mesum

Ketua LBH HKTI Bela Rebecca Klopper dalam Kasus Video Mesum
Rebecca Klopper. (Istimewa)
Kamis, 25 Mei 2023 00:45 WIB
JAKARTA - Setelah sebelumnya Rebecca Klopper diadukan ke polisi oleh Asosiasi Lawyer Muslim Indonesia (ALMI) terkait beredarnya video berkonten pornografi sebagaimana beredar dan viral di media sosial, kini pemain sinetron Mermaid in Love itu mendapatkan dukungan dari pengacara.

Jaenuddin selaku Wakil Ketua LBH Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mendatangi Mabes Polri untuk mengadukan video syur. Namun yang dilaporkan bukan lah Rebecca Klopper melainkan pembuat sekaligus penyebar konten asusila.

"Ada yang mencoba melaporkan namun tidak menelaah lebih jauh. Sesuai dengan UU ITE, yang harusnya dilaporkan adalah yang mentransmisikan, yang mendiatribusikan, dan juga yang membuat, itulah pelakunya," kata Jaenuddin di hadapan awak media di Mabes Polri, Rabu (24/5).

Dia mengatakan, Rebecca Klopper seharusnya dilindungi karena merupakan korban. Sedangkan yang harus dikejar dan ditangkap adalah pembuat video sekaligus orang yang telah menyebarkannya.

"Bukan saudari RK ini, dia ini kasihan lho. Sudah menjadi korban, dipermalukan, dan karirnya hancur," paparnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam video syur mirip Rebecca Klopper yang beredar, ia menyebut ada keganjilan.Yang disorotinya terletak pada ekspresi si pemeran wanita yang diduga Rebecca Klopper.

"Istilah konyolnya, masak sih orang lagi happy-happy dia hanya mampu memejamkan mata. Apakah RK ini saat itu dia dalam kondisi sadar atau tidak. Apakah tahu sedang diambil video, sedang direkam? RK bertemu dengan orang yang salah, yang memiliki niat jahat," katanya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Olympic, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww