Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
22 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
16 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
19 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
17 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
15 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
17 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Olympic

AP Tega Aniaya Purel di Subah, Diduga karena Ajakan Nikah Ditolak Korban

AP Tega Aniaya Purel di Subah, Diduga karena Ajakan Nikah Ditolak Korban
Pelaku saat diamankan petugas. (Foto: Tri Kucir)
Kamis, 01 Juni 2023 23:56 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

BATANG - Sebuah tragedi mengerikan terjadi di salah satu kafe di Subah, Batang, yang menghebohkan masyarakat.

Seorang pemandu lagu (Purel) bernama Sofi menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh AP, kekasihnya sendiri. Pelaku penganiayaan yang merupakan warga Weleri, Kabupaten Kendal, berhasil diamankan oleh petugas Satreskrim Polres Batang.

Kejadian ini mengakibatkan Sofi mengalami luka parah dan akhirnya meninggal dunia saat mendapat perawatan medis di RSUD Limpung. Kasus ini semakin memilukan karena diduga dilatarbelakangi oleh penolakan Sofia terhadap ajakan pernikahan dari AP.

Kapolres Batang, AKBP Saufi Salamun, melalui Kasat Reskrim AKP Andi Fajar, mengungkapkan bahwa AP adalah kekasih Sofi dan bekerja sebagai operator karaoke di kafe tempat mereka berdua bekerja.

"AP dan korban sama-sama bekerja di kafe tersebut. Saat kejadian, AP dalam kondisi mabuk meminta korban agar bersedia dinikahi, sayangnya korban menolak bahkan meminta untuk putus," ujarnya, Kamis (1/6/2023).

Penolakan tersebut membuat AP tidak terima dan akhirnya kehilangan kendali diri, menggelap mata, dan menganiaya Sofia dengan menggunakan sebilah parang.

Pasangan ini telah menjalin asmara selama 5 tahun terakhir dan telah sering bertemu untuk membicarakan rencana pernikahan. AP sendiri adalah seorang duda yang telah menemukan cinta kembali dalam sosok Sofi.

Pertengkaran antara keduanya kemudian berlanjut di luar kafe, dan korban mengalami penganiayaan yang sangat brutal oleh pelaku.

Perbuatan keji ini berlangsung bahkan sampai sejauh 50 meter ke arah timur, ketika korban terjatuh ke dalam selokan. Tidak hanya itu, pelaku juga diduga mencoba mencekik korban di dalam aliran air tersebut, menyebabkan korban pingsan akibat kehabisan napas.

"Setelah melihat kekasihnya yang tergeletak lemas, AP merasa panik dan segera membawa korban ke rumah sakit RSUD Limpung," ujarnya.

Namun, nasib tragis menimpa Sofi karena nyawanya tidak dapat diselamatkan meskipun mendapatkan penanganan medis.

Saat ini, terduga pelaku, AP, telah diamankan di Mapolres Batang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sementara itu, jenazah Sofia sedang menjalani otopsi di RSUD Kalisari, Batang, sebagai bagian dari proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

Sebelumnya diberitakan, seorang wanita cantik yang bekerja sebagai purel di sebuah kafe di Subah mengalami penganiayaan yang mengakibatkan kematiannya.

Korban bernama Sofi usia 27 tahun asal Bandar, Batang, menjadi korban kekerasan yang terjadi di sebuah kafe di Desa Tenggulangharjo, Kecamatan Subah, pada Kamis (1/6/2023) dini hari.***

wwwwww